Demo Ahok

Jimly Asshiddiqie: Demonstrasi Terus-menerus Punya Motif Lain

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie menjelaskan cara menyampaikan pendapat di muka umum tak seharusnya berkelanjutan.

Jimly Asshiddiqie: Demonstrasi Terus-menerus Punya Motif Lain
Kompas.com
Jimly Asshiddiqie. 

WARTA KOTA, MENTENG - Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie, menjelaskan tentang cara menyampaikan pendapat di muka umum tak seharusnya berkelanjutan.

Baca: Penegakan Hukum Jadi Kunci Demokrasi Kebablasan

Baca: Saksi Kubu Rano Karno-Embay Mulya Absen di Pencoblosan Ulang

"Demonstrasi cukup ssekali menyampaikan pendapat, supaya didengar serius, kalau berkali-kali bukan demo lagi, bukan demo dengan tujuan ekspresikan pendapat, motifnya lain," kata Jimly saat diskusi tentang demokrasi kebablasan, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2/2017).

Menurutnya masyarakat harus memikirkan kembali soal unjuk rasa yang terus menerus terjadi di DKI Jakarta. Ia menilai kebenaran tidak harus dipandang dari kacamata sendiri.

"Kalau demo sampai tujuh delapan sembilan kalinya juga berlebihan. Tolong dipikirkan. Bersama berkembang jangan mengukur kebenaran dari sudut sendiri," tegasnya.

Jimly menyarankan masyarakat yang tidak menyukai bentuk kepemerintahan seharusnya disalurkan secara demokratis beradab.

"Nanti lima tahun sekali ada pemilihan presiden. Ada pemilu untuk menyampaikan demokrasi," ujarnya.

Lanjutnya, ekspresi ketidaksukaan lebih baik memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan oleh negara.

"Jangan mengekspresikan kemarahan ketidaksukaan keluh kesah di jalanan. Ekspresikan bahkan kebencian di pengadilan, di forum yang disediakan resmi oleh negara. Itu cara kita selesaikan demokratis beradab," katanya.

Ia menegaskan semua persoalan yang menyangkut pemilu sudah memiliki lembaga tersendiri.

Oleh karenanya, masyarakat yang merasa tidak puas bisa menyalurkan pendapatnya langsung ke wadah masing-masing sesuai konteks.

"Kalau menyangkut kualitas integritas pemilu sampaikan ke DKPP yang saya pimpin. Kalau soal hasil suara pemilihan ke MK, kalau soal urusan administrasi sampaikan ke Bawaslu. Jangan ribut ribut sampai mau membakar kantor KPU. Jamah doong, itu kan uang rakyat," tandasnya. (Faizal Rapsanjani)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved