Lajur Jalan Tol Bitung Ditambah untuk Antisipasi Kemacetan

Lajur tol yang ditambah yakni di KM 26 sampai KM 21 tepatnya di Tol Bitung sampai dengan tol Kedaton Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandala Sakti, saat menjelaskan penambahan lajur tol di KM 26 sampai KM 21 tepatnya di Tol Bitung sampai dengan tol Kedaton Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/2). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG - PT Marga Mandala Sakti (MMS) menambah lajur jalan tol sepanjang 5,4 km guna mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas baik dari arah Jakarta mau pun sebaliknya.

Lajur tol yang ditambah yakni di KM 26 sampai KM 21 tepatnya di Tol Bitung sampai dengan tol Kedaton Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Sunarto Sastrowiyoto Direktur Teknik dan operasi PT MMS mengungkapkan tingkat pertumbuhan serta perkembangan di Provinsi Banten terus mengalami kenaikan. Terlebih di kawasan industri Kabupaten Tangerang, menurutnya dampak kepadatan kendaraan mengakibatkan lalu lintas menjadi ramai.

"Kami berharap dengan dibangunnya lajur ke empat jalan tol antara Bitung KM 26 + 400 hingga Cikupa KM 31+500 bisa dirasakan manfaatnya terutama bagi pengguna jalan tol, karena akan mengurangi kemacetan,"ujar Sunarto saat menggelar jumpa pers di kantor PT MMS pintu tol Kedaton Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Kamis (23/2/2017).

Ia menambahkan proyek pekerjaan lajur keempat direncanakan akan selesai pada bulan Desember 2017.

Selain itu juga akan dilakukan pengerjaan pembuatan jembatan Bitung dan penyempurnaan off/on ram Cikupa serta lapisan ulang jalan menggunakan teknik overlay.

"Pekerjaan ini tidak akan mengganggu pengguna jalan tol yang melintas karena menggunakan bahu dalam jalan dan median sehingga 3 lajur yang tersedia masih bisa dilalui," ucapnya.

Sunarto mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati. Dan sedikit mengurangi kecepatan pada area pekerjaan.

"Rambu-rambu sudah kami pasang agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas proyek pekerjaa," kata Sunarto.

Sementara itu Manager Perencanaan Operasi PT MMS, Sri Mulyo menambahkan untuk kendaraan angkutan barang dengan muatan overload, pihaknya sejak tahun 2005 berupaya melakukan penertiban kendaraan barang dengan melakukan berbagai operasi penertiban.

Selain penertiban PT MMS juga gencar melakukan sosialisasi bersam instansi terkait agar perusahaan transfortasi memahami dampak muatan overloas.

"Sesuai PP no 74 tahun 2014, dan Permenhub no 134 tahun 2015 tentang penyelenggaraan penimbangan kendaraan bermotor di jalan, maka kami sudah menyiapkan Elektronik Weigh in Motion (E WIM) di gerbang Tol Cilegon Barat dan Serang Timur," paparnya. (dik)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved