Kondisi Makam Kampung Apung Terbengkalai dan Tertutup Eceng Gondok
Layaknya rawa-rawa, TPU tersebut tertutup enceng gondok, sehingga tak terlihat jika di tempat tersebut terdapat sebuah makam.
WARTA KOTA, PLUIT -- Bak sebuah rawa kondisi makam di Kampung Apung tertutup enceng gondok. Jakarta, Kamis (23/2/2017).
Pantauan Warta Kota, TPU yang terletak di Gang Mawar, Kampung Apung, kelurahan Kapuk, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.
Layaknya rawa-rawa, TPU tersebut tertutup enceng gondok, sehingga tak terlihat jika di tempat tersebut terdapat sebuah makam.
Selain itu, genangan air juga menyebabkan enceng gondok tumbuh subur.
Walau tempat tersebut digunakan sebagai TPU tidak ada tanda yang menunjukan bahwa tempat tersebut digunakan sebagai TPU.
Menurut penuturan warga sekitar TPU tersebut sampai saat ini masih ada makam yang ada di TPU tersebut. "Masih itu mas, karena ketutupan enceng gondok aja makanya ngak kelihatan," kata Yuli (35) salah seorang warga yang saat itu tengah melintas.
Selain itu Junet (53) salah satu warga mengatakan bahwa pengerukan dan pembersihan taman sudah dilakukan namun karena dibiarkan begitu saja tidak ada kelanjutan sehingga air dan enceng gondok tumbuh lagi.
"Dulu pernah itu dibersihin, bersih sampai gak ada enceng gondok, ya karena tidak ada kelanjutan mau diapain ya balik lagi kayak seperti itu," katanya.
Menurutnya sebagian makam memang sudah ada yang dipindahkan, namun ia tidak mengetahui kemana mereka memindahkannya. "Untuk pindahnya sendiri itu hak waris yang menentukan, jadi sisanya mungkin yang tidak terdata atau gimana saya kurang tahu," katanya.
Sedangkan Ketua RW 01 Kelurahan Kapuk, Rendy kuswandi mengatakan bahwa sebagian memang sudah ada yang dipindahkan namun ia tidak mengetahui berapa yang telah dipindahkan, namun ia memastikan masih ada beberapa makam yang ada di TPU tersebut.
"Saya sendirikan baru 10 bulan menjabat ya, tapi kalo yang saya tahu dari beberapa media, katanya sih emang sudah dipindahin, tapi untuk berapanya itu saya kurang tahu," katanya saat ditemui Warta Kota, Kamis (23/2/2017).
Pendi (53) salah satu penjaga makam TPU Tegal Alur mengatakan bahwa pemindahan makam dikawasan pluit dulu pernah dilakukan, dan dipindahkan ke TPU tegal Alur. "Dulu pernah ada yang dipindahkan, tapi saya lupa tahunnya sudah lama, kalo tidak salah tinggal beberapa TPU saja yang ada di Kapuk," katanya.
Namun ia tidak menjelaskan secara detail beberapa jumlah makan yang telah dipindahkan ke TPU Tegal Alur.
"Saya kurang tahu kalo untuk berapa jumlahnya, kalo untuk pemindahan kan yang urus ahli waris, jadi ada yang dipindah kesini ada juga yang dipindah ke kampung halaman," katanya.
Hingga saat ini TPU Tegal Alur masih memiliki lahan yang kosong, hal tersebut dikatakan oleh Pendi. "Masih banyak kurang lebih ribuan hektar, masih banyak yang kosong," katanya. (Joko Supriyanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/apung_20170223_184917.jpg)