Breaking News:

Sebanyak 282 Koperasi yang Tidak Aktif Dibubarkan

Kebijakan pembubaran 282 koperasi di Depok ini karena selama ini koperasi tersebut memang sudah tidak aktif lagi.

Perbanas
Ilustrasi kegiatan di kperasi. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sebanyak 282 koperasi dari 618 koperasi di Kota Depok, resmi dibubarkan atau ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Pembubaran 282 koperasi itu karena dianggap sudah tidak aktif cukup lama, serta berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI nomor 114/KEP/M.KUKM.2/XII/2016 tentang Pembubaran Koperasi.

Selain itu, pembubaran berdasarkan surat Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Nomor 244/Dep.1/XII/2016 perihal penyampaian surat keputuan pembubaran koperasi tidak aktif dalam rangka pendataan dan penataan koperasi, tertanggal 23 Desember 2016.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Mohammad Fitriawan menuturkan, pembubaran 282 koperasi di Depok ini karena selama ini koperasi tersebut memang sudah tidak aktif lagi.

Ke 282 koperasi itu, katanya, tidak melaporkan kegiatan koperasi, termasuk laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang wajib dilakukan dan dilaporkan ke dinas terkait atau ke pihaknya.

"Pembubaran koperasi tidak aktif bukan hanya dilakukan di Kota Depok saja, melainkan juga di seluruh Indonesia," katanya, Rabu (22/2/2017).

Ia mengatakan sudah mengirimkan surat pemberitahuan pembubaran ke 282 koperasi itu, berikut nama-nama 282 koperasi yang resmi dibubarkan.

Apabila nantinya ada Koperasi yang keberatan terhadap keputusan yang dimaksud, maka pengajuan keberatan disampaikan kepada Menteri Koperasi dan UKM RI, dengan melalui berbagai pihak sesuai dengan wilayah keanggotaannya.

"Untuk koperasi yang wilayah keanggotaannya meliputi satu kabupaten atau kota, pengajuan keberatan disampaikan melalui Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok," kata Fitriawan.

Sementara untuk koperasi yang wilayah keanggotaannya meliputi lintas kabupaten atau kota dalam satu provinsi, pengajuan keberatan disampaikan melalui Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat.

"Untuk koperasi yang wilayah keanggotaannya meliputi lintas provinsi, maka pengajuan keberatan disampaikan melalui Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI," katanya.

Ia mengatakan pengajuan keberatan disampaikan dalam waktu paling lambat enam bulan terhitung sejak ketetapan pembubaran ditetapkan atau sampai Juni mendatang.

Dengan dibubarkannya 282 koperasi itu maka saat ini, jumlah koperasi di Depok berkurang jauh, dari 618 koperasi menjadi hanya 336 koperasi saja.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved