Breaking News:

Jakarta Banjir

Banjir Bikin Pusat Perbelanjaan di Jakarta Rugi Rp 500 Miliar

Banjir yang menggenangi beberapa wilayah Jakarta, berdampak pada transaksi di pusat perbelanjaan.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Banjir yang disertai genangan sempat melanda ruas jalan di Jalan RE Martadinata, Gunung Sahari serta di depan pintu masuk di Gerbang Barat Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, saat ini terpantau kering, Rabu (22/2/2017). 

WARTA KOTA, BALAI KOTA - Banjir yang menggenangi beberapa wilayah Jakarta, berdampak pada transaksi di pusat perbelanjaan. Sebab, akses menuju pusat perbelanjaan banyak yang terhambat karena banjir.

"Kerugian transaksi kami perkirakan Rp 500 miliar. Karena setidaknya ada 54 titik banjir yang tersebar di lima wilayah Kota Jakarta, baik di jalan protokol maupun di pinggiran Jakarta. Akibatnya, arus lalu lintas macet total dan stagnan. Imbasnya, aktivitas usaha dan transportasi para pekerja terhambat," kata Sarman Simanjorang, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, ketika dihubungi Warta Kota, Rabu (22/2/2017).

Banjir, lanjut Sarman, membuat banyak karyawan tak masuk kerja. Termasuk dari pengamatan yang dilakukan, aktivitas perkantoran banyak yang dimulai menjelang siang hari.

Di beberapa kawasan yang terkena banjir, pelayanan perbankan juga dimulai siang hari, akibat keterlambatan staf masuk kantor.

"Di kawasan pusat perbelanjaan, kios atau pedagang diperkirakan sekitar 50 ribu toko tutup sekitar 50 persen akibat banjir. Adapun 50 persen yang buka menjelang siang, setelah air mulai surat dan pekerja sudah sampai di lokasi," ungkapnya.

Walaupun sekitar 50 persen pertokon ada yang buka, kata Sarman, jumlah pengunjung juga menyusut sampai 70 persen. Karena, masyarakat selaku konsumen banyak yang mengurungkan niatnya bepergian ke luar rumah, setelah mendapat informasi dari berbagai media terkait kondisi jalan-jalan di Jakarta yang macet total di mana-mana.

"Beberapa pusat perdagangan yang terdampak banjir yaitu di daerah Glodok, Mangga Dua, Tanah Abang, Cempaka Mas, dan Kelapa Gading," tuturnya.

Beberapa yang terdampak adalah Pasar HWI, LTC, Glodok Jaya, Glodok Blustru, Glodok Plaza, Harco Glodok, dan Glodok City. Toko-toko tersebut dominan menjual peralatan teknik, elektronik, hardware, dan lainnya.

Tempat perbelanjaan lainnya yang juga terdampak adalah Mangga Dua, Mangga Dua Pasar Pagi, ITC Mangga Dua, Mangga Dua Harco, WTC, Mangga Dua Square, dan kompleks-kompleks ruko di sepanjang Jalan Mangga Dua.

"Tempat tersebut dominan menjual berbagai keperluan rumah tangga, baju, handuk, pakaian jadi pria, wanita, dan beragam keperluan rumah tangga serta kantor," jelasnya.

Jika dibandingkan, menurut Sarman, dampak banjir dengan demo berbeda. Demo hanya berdampak pada titik-titik tertentu.

"Jakarta sebagai ibu kota negara dan pusat perdagangan serta bisnis, hampir 60 persen perputaran uang secara nasional ada di Jakarta. Maka sangat diharapkan Jakarta bebas banjir, sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis," paparnya. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved