Sabtu, 2 Mei 2026

Pilkada DKI Jakarta

Megawati Soekarnoputri Kesal Gara-gara Banyak Warga DKI Tak Bisa Nyoblos

"Saya instruksikan protes ke Bawaslu. Terutama masalah DPT (daftar pemilih tetap). Seharusnya hak warga negara disalurkan," tegasnya.

Tayang:
Faizal Rapsanjani
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri saat memimpin rapat koordinasi dalam rangka pemenangan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran kedua, di Kantor DPP PDIP, Jalan Dipenogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/2/2017). 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri kesal lantaran banyaknya warga DKI tak bisa mencoblos di pilkada serentak15 Februari pekan lalu.

Dia menilai, Komisi Pemilhan Umum (KPU) dan pemerintah harus meningkatkan kinerjanya untuk menanggulangi masalah tersebut, sebab masih banyak warga ber-KTP Jakarta tak bisa menggunakan hak pilihnya.

Anak kedua dari sang Proklamator itu mengaku langsung melayangkan protes kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Saya instruksikan protes ke Bawaslu. Terutama masalah DPT (daftar pemilih tetap). Seharusnya hak warga negara disalurkan," tegasnya.

Presiden kelima Indonesia itu menilai, penyelenggara pemilu rupanya lalai menunaikan tugasnya dengan hanya terpaku pada petunjuk teknis.

Mega menambahkan, penyelenggara pemilu tak memikirkan setiap warga negara berhak memberikan suaranya untuk calon pemimpin.

"Pelaksana tugas hanya berpikir teknis melupakan secara konstitusi bahwa hak warga negara (memilih calon pemimpin) sama di mata hukum," jelasnya.

Oleh karenanya, Mega sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Agar ke depan, hal serupa tidak terjadi dengan tak terjaminnya hak pilih warga hanya karena tidak terdaftar di DPT. (Faizal Rapsanjani)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved