Koran Warta Kota

Curhat Pelayanan Kafe, Tasha Akui Sering Dicekoki Inex

“Ya mana tahu bang saya begituan (Inex atau ekstasi--red). Kan saya cuman nemenin tamu cafe aja."

Curhat Pelayanan Kafe, Tasha Akui Sering Dicekoki Inex
Warta Kota
Ilustrasi ekstasi 

WARTAKOTA, KOJA-- Seorang penghuni kos di Jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara, mengaku bernama Tasha (24), mendadak lesu dan wajahnya cemas saat terjaring razia narkoba, Senin (20/2).

Oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kota Jakarta Utara, Tasha dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Ia kemudian digelandang ke mobil untuk dibawa ke kantor BNNK menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Ya mana tahu bang saya begituan (Inex atau ekstasi--red). Kan saya cuman nemenin tamu cafe aja. Wajar sih saya enggak paham. Habisnya saya diberi pil, dan disuruh tenggak. ‘Nih tenggak’. Ya namanya saya pelayan tamu cafe nurutin saja. Kalau tahu itu narkoba, ya saya enggak mau. Nyesal saya kerja di cafe. Enggak mau lagi bang saya kerja di cafe. Kapok,” ucapnya, usai menjalani tes urine.

Petugas BNNK Jakarta Utara bersama BNN dan juga TNI menyisir ke permukiman warga hingga ke tiga lokasi tempat kos-kosan.

Petugas juga membawa anjing pelacak untuk mengendus keberadaan barang laknat tersebut.

Tak ayal, sejumlah penghuni kos nampak ketakutan saat anjing pelacak masuk dan mengendus-endus setiap sudut ruangan kamar kos.

“Ya Allah pak, mending bapak-bapak BNN saja yang meriksa kamar saya. Enggak perlu dong pak pakai anjing pelacak segala. Emang, saya teroris apa pakai anjing pelacak segala. Takut pak anjingnya suruh buru keluar dari kamar ini pak,” ucap seorang wanita penghuni kos yang terjaring razia.

Pantauan Warta Kota, di tempat kos yang didatangi petugas, banyak ditemukan pasangan muda-mudi yang bukan suami istri. Rata-rata berusia 20 - 30 tahun.

Di setiap titik, petugas BNNK juga melakukan tes urine terhadap penghuni kos. Beberapa di antaranya sempat menolak saat disuruh tes urine.

Dari tiga lokasi tempat kos itu, petugas mendapati lima penghuni kos yang positif menggunakan narkoba. Kelimanya yakni dua pria berinisial DN dan FT, serta tiga wanita yaitu TS, YD, dan KW.

“Ada lima orang terduga konsumsi narkotika, setelah dilakukan tes urine, ya positif. Maka, akan ada tindaklanjut yakni diselidiki ke pihak BNN pusat,” papar Kepala Seksi (Kasie) Pemberantasan Narkoba BNNK Jakarta Utara Rizky Fahrurozi di lokasi razia.

Sabu jenis baru

Dalam razia itu, pihak BNN Kota Jakarta Utara menemukan sebuah bungkusan aneh berisi bubuk berwarna kecokelatan. Tetapi, Rizky belum mengetahui apakah bubuk di dalam bungkusan itu narkotika jenis baru atau bukan.

“Ada salah satu penghuni kosan, di sebuah kos di salah satu titik kami razia, ditemukan memang bungkusan aneh berisi bubuk. Kami menduga bubuk itu merupakan narkotika baru jenis sabu-sabu. Akan tetapi, pemiliknya tidak positif mengkonsumsi narkoba. Jikalau bubuk itu positif mengandung narkoba, maka dari itu ada penyidikan lebih lanjut yang dilakukannya oleh pihak BNN Pusat. Tetapi, masih diuji di lab dulu oleh BNN Pusat. Ada dugaan kuat, jika bubuk itu sabu jenis baru,” ujar Kepala Seksi Pemberantasan Narkoba BNNK Jakarta Utara Rizky Fahrurozi. (bas)

Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved