Pilkada DKI Jakarta

Pengalihan Dukungan Parpol Pengusung Agus-Sylvi Tak Perlu Poses Administrasi di KPU

Penyelenggara pemilu tidak melarang partai pengusung yang kalah di putaran pertama, untuk beralih ke pasangan calon lain.

Pengalihan Dukungan Parpol Pengusung Agus-Sylvi Tak Perlu Poses Administrasi di KPU
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Faizal Rapsanjani

WARTA KOTA, SENEN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno menegaskan, partai pengusung pasangan calon yang gugur, dapat memberikan dukungan kepada pasangan calon lain di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, tanpa proses administrasi dari KPU.

"Kan sudah enggak ada pencalonan lagi, pencalonan kan sudah selesai. Jadi, kalau enggak ada pencalonan ya enggak ada yang mencalonkan. Dukungannya tidak tertulis," kata Sumarno di Kantor KPU DKI, Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Dukungan, lanjutnya, hanya bersifat kesepakatan antar-partai politik pendukung. Oleh karena itu, penyelenggara pemilu tidak melarang partai pengusung yang kalah di putaran pertama, untuk beralih ke pasangan calon lain.

"Tidak perlu diadministrasikan ke KPU, karena sekarang tidak ada lagi pencalonan. Tidak ada lagi dukung mendukung. Administrasi pencalonan sudah selesai, antar parpol saja. Misalnya nanti partai ini mau ke nomor dua atau ke nomor tiga, silakan, itu di antara mereka," jelasnya.

Dari hasil real count KPU DKI, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di posisi paling buncit, dengan perolehan suara tidak lebih dari 20 persen.

Keempat partai pengusung Agus-Sylvi, yakni PKB, PAN, PPP, dan Partai Demokrat, belum memberikan sikap resmi terkait dukungan politik yang akan diberikan di putaran kedua. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved