Pilkada DKI Jakarta

VIDEO: Warga Selawatan Rayakan Keunggulan Anies-Sandi di TPS 001 Utan Panjang

Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada DKI Jakarta digelar di TPS 001 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/20

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada DKI Jakarta digelar di TPS 001 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Berdasarkan hasil penghitungan suara, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno menempati posisi pertama.

Pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PKS tersebut berhasil meraih 134 suara. Sedangkan pasangan petahana Ahok-Djarot menempati posisi kedua dengan torehan 103 suara, disusul Agus-Sylvi yang mendapatkan 15 suara.

Sebanyak 257 warga, dari 601 yang telah terdaftar di DPT, menggunakan hak pilihnya, sedangkan 344 warga tidak hadir.

Saat pemilihan suara pada 15 Februari silam, pasangan Ahok-Djarot unggul dengan 198 suara. Disusul pasangan Anies-Sandi dengan perolehan 177 suara, dan peringkat terakhir diduduki pasangan Agus-Sylvi dengan 62 suara. Dari 601 DPT, sebanyak 442 warga gunakan hak suaranya.

Pendukung pasangan Anies-Sandi menyambut hasil tersebut dengan gegap gempita. Mereka sontak melantunkan selawat tanda rasa syukur, karena pasangan yang mereka dukung unggul di TPS 001 Utan Panjang.

Meski hasil akhir pemenang di TPS 001 berubah, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno berharap semua pihak dapat menerima apa pun hasilnya.

"Memang ini realitas, yang sekarang ini berlangsung demokrasi, langsung, terbuka, dan transparan. Masyarakat jadi saksi. Ketiga paslon juga kirimkan saksi, dan ini saya pastikan proses pemilihan umum yang sah," ujar Sumarno di TPS 001 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Berkurangnya jumlah pemilih saat dilangsungkannya PSU, tutur Sumarno, disebabkan faktor cuaca. Hujan yang mengguyur kawasan Kemayoran sejak pagi menjadi penyebab menyusutnya jumlah pemilih. Kesibukan beserta aktivitas masyarakat juga menjadi kendala berkurangnya jumlah pemilih. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved