Rabu, 8 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Tim Kampanye Anies-Sandi Juga Bidik Pendukung Ahok-Djarot

Prinsipnya, siapa pun boleh pindah, tidak ada yang tiba-tiba pindah kalau kita tidak dekati.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Hasil rekapitulasi suara tidak boleh melebihi dari data jumlah Suket Disdukcapil. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Tim kampanye pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno mengatakan, mereka sedang mengatur strategi guna meraup pemilih dan memenangkan putaran kedua Pilkada DKI 2017.

Selain mencari suara pemilih pada pendukung paslon Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni yang kalah di putaran pertama, bahkan tim Anies-Sandi akan berupaya mendekati pendukung paslon dari rivalnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).

"Kue besarnya ada di paslon nomor dua, mereka kita dekati juga, prinsipnya siapa pun boleh pindah, tidak ada yang tiba-tiba pindah kalau kita tidak dekati," kata Ketua Tim Kampanye Anies-Sandi, Mardani Ali Sera di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2/2017).

Berdasarkan survei yang dilakukan tim internalnya, lanjut Mardani, rakyat Jakarta cenderung independen dalam menentukan pilihan, sehingga tidak menutup kemungkinan pemilih berpindah ke lain hati.

Mardani mengungkapkan belajar dari putaran pertama, tim Anies-Sandi akan terus berupaya menyentuh pemilih pada tingkat grass road (akar rumput) melalui relawan yang tersebar di 10.811 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Tugas kami adalah terus konsolidasi pasukan dibawah. Kita dekati relawan dan titik simpul, mereka cepat keputusannya, kalo partai prosesnya perlahan, kalo partainya enggak mau relawannya bisa saja mau," katanya. (Faizal Rapsanjani)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved