Pilkada DKI Jakarta

Rekomendasi Mendadak dari Bawaslu Bikin Pencoblos di Pemungutan Suara Ulang Menurun

Kendati demikian, Sumarno menyebutkan bahwa proses PSU tidak akan berpengaruh besar terhadap hasil rekapitulasi penghitungan suara.

Rekomendasi Mendadak dari Bawaslu Bikin Pencoblos di Pemungutan Suara Ulang Menurun
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengkritik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang lambat memberikan rekomendasi, terkait pelaksanaan proses pemungutan suara ulang (PSU).

Hal tersebut membuat jumlah pemilih yang melakukan PSU di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), berkurang, seperti di TPS 001, kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Makanya saya kritik kepada Bawaslu, karena rekomendasi yang terlalu mendadak itu menyebabkan petugas tidak bisa maksimal mempersiapkan diri. Bagaimana mungkin tadi malam masih harus menyelesaikan penulisan C6, kemudian diedarkan tadi malam?" ucap Sumarno di TPS 001, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Ia menambahkan, PSU bukan merupakan kehendak KPU, karena rekomendasi diberikan oleh Bawaslu yang memiliki otoritas untuk memberikan rekomendasi jika dipandang terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam proses pemungutan suara.

Rekomendasi yang diberikan Bawaslu disampaikan paling lambat dua hari setelah pemungutan suara. Sedangkan pelaksanaannya paling lama empat hari setelah proses pemungutan suara. Karena di TPS 001 terjadi pelanggaran, PSU terpakasa dilakukan.

"Teman-teman KPU Jakarta Pusat baru mendapatkan kabar kemarin sore. Kalau kami berpegangan pada hal yang administratif, sebenarnya tidak dilaksanakan PSU, tapi KPU kemudian melihat hal yang substantif bahwa memang betul ada pelanggaran," ungkapnya.

Kendati demikian, Sumarno menyebutkan bahwa proses PSU tidak akan berpengaruh besar terhadap hasil rekapitulasi penghitungan suara.

"Enggak terlalu (penghitungan) secara signifikan kalau dibandingkan dengan 13.023 TPS di seluruh Jakarta. Hanya beberapa TPS saja yang dilakukan PSU," tutur Sumarno.

Proses PSU di TPS 001 Utan Panjang diikuti 257 warga, dari 601 yang telah terdaftar di DPT, sedangkan sebanyak 344 warga tidak hadir. Jumlah ini menyusut dari penyelenggaran pemungutan suara pada 15 Februari lalu, di mana dari 601 DPT, sebanyak 442 warga menggunakan hak suaranya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved