Polisi Banten Jaga Rumah Keluarga Siti Aisyah di Serang

Listyo tidak menjabarkan secara detail jumlah personel yang dikerahkan untuk menjaga kediaman keluarga Siti.

Polisi Banten Jaga Rumah Keluarga Siti Aisyah di Serang
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Benah (50), Ibunda Siti Aisyah. 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Munculnya nama Siti Aisyah (25), warga Indonesia asal Serang, Banten, di balik kematian Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un di Malaysia, membuat polisi mengambil langkah pengamanan.

Kapolda Banten Brigadir Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, pihaknya menurunkan personel untuk menjaga rumah orangtua Siti di Desa Sindangsari, Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten.

"Personel kita tempatkan di sana untuk memonitor keluarga tersebut. Untuk antisipasi jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pokoknya kita tempatkan personel mengikuti perkembangan dari keluarga," ujar Listyo kepada wartawan, Minggu (19/2/2017).

Listyo tidak menjabarkan secara detail jumlah personel yang dikerahkan untuk menjaga kediaman keluarga Siti. Dia hanya mengatakan bahwa yang diturunkan adalah dari Satuan Intelkam dan Bhabinkamtibmas.

Listyo menuturkan, pihaknya telah mendatangi keluarga Siti untuk menjelaskan bahwa polisi mengikuti perkembangan situasi kasus yang tengah menjerat Siti. Sementara, keluarga tidak percaya bahwa Siti terlibat pembunuhan kakak pemimpin Korut. Yang mereka tahu, Siti di Malaysia untuk bekerja.

"Keluarga tahu Siti Aisyah bekerja di luar negeri. Cuma kerjanya seperti apa, mereka kurang jelas. (Tahunya) hanya talent. Ya, pokoknya bertemu terakhir sama keluarga pas imlek kemarin (28 Januari 2017)," imbuhnya.

Di Malaysia memang beredar informasi bahwa Siti kemungkinan menjadi korban pencarian bakat (talent) rekaan. Dia diduga terlibat menyiramkan cairan ke wajah Jong Nam di Kuala Lumpur International Airport (KLIA), yang dia pahami sebagai guyonan. Padahal, yang ia siram adalah cairan kimia mematikan.

Kata Listyo, hingga kini keluarga Siti masih kaget dengan dugaan keterlibatannya dalam sebuah kasus pembunuhan yang menghebohkan. Keluarga yakin Siti hanyalah korban.

"Karena dia merasa bahwa anaknya ini kerja untuk talent berkaitan dengan artis. Kurang begitu paham, memang jarang pulang. Terakhir bertemu pas imlek," ucap mantan ajudan Presiden Jokowi itu.

Listyo tidak menjelaskan adanya instruksi khusus dari Mabes Polri untuk menjaga keluarga Siti. Dia menyatakan penjagaan keluarga Siti adalah bentuk kepedulian polisi terhadap warga Banten.

"Karena kan keluarga merasa syok dengan penangkapan itu. Berhadapan dengan tetangga juga jadi tertutup," tutur Listyo.

Kim Jong Nam tewas diduga karena semprotan cairan kimia beracun, saat menunggu penerbangan menuju Makau di KLIA, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (13/2/2017).

Jong Nam sempat meminta pertolongan kepada bagian informasi dan dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, Jong Nam meninggal dunia.

Pada Jumat (17/2/2017) malam, Polisi Diraja Malaysia telah menangkap salah satu tersangka pembunuh Jong Nam, yakni seorang warga Korut bernama Ri Jong Chol (46).

Sebelumnya, polisi Malaysia sudah menangkap tiga tersangka lain. Ketiganya adalah perempuan pemegang paspor Vietnam bernama Doan Thi Huong (28), perempuan berpaspor Indonesia Siti Aisyah (25), dan pria Malaysia Muhammad Farid bin Jalaluddin (26). Pihak terkait masih terus melakukan penyelidikan. (*)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved