Seorang Pria Nekat Curi Mobil Parkir di Belakang Kantor Polisi

Bermodal kunci tersebut, sekitar pukul 15.00, Heru pun menyalakan mobil dan membawanya kabur.

Seorang Pria Nekat Curi Mobil Parkir di Belakang Kantor Polisi
Warta Kota/Gopis Simatupang
Pelaku nekat mencuri mobil yang tengah parkir di belakang kantor Polsek Metro Kebayoran Baru, Minggu (14/2/2017). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Entah apa yang ada di dalam pikiran pria ini. Dia nekat mencuri mobil yang tengah parkir hanya beberapa meter di belakang kantor polisi. Ulahnya pun mudah diketahui dan dia digelandang ke dalam kantor polisi.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/2/2017) lalu di belakang Markas Polsek Metro Kebayoran Baru, Jalan Gandaria III, Kelurahan Kramat Pela, tak jauh dari Pasar Taman Puring.

Saat itu, seorang pria, sebut saja Heru (22), bertindak nekat dengan berusaha mencuri mobil Honda Freed bernomor polisi B 254 NSA warna hitam metalik kepunyaan Damhuri, yang merupakan pemilik toko laptop di Taman Puring.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru, Ajun Komisaris Besar Teguh Wibowo, menerangkan, awalnya Heru mengambil kunci mobil yang berada di gantungan toko laptop milik Damhuri saat pemiliknya tengah lengah.

Bermodal kunci tersebut, sekitar pukul 15.00, Heru pun menyalakan mobil dan membawanya kabur.

Rupanya, peristiwa itu diketahui oleh korban.

Dia pun berteriak minta tolong dan didengar oleh Anggota Operasional Reskrim Polsektro Kebayoran Baru.

Akhirnya, polisi bersama korban dan warga sekitar ramai-ramai mengejar Heru serta mobil curiannya. Hasilnya, Heru berhasil ditangkap di dekat SPBU Jalan Gandaria Raya, tak jauh dari lokasi pencurian.

Warga sempat berusaha menghakimi Heru.

Beruntung, hal itu dicegah polisi.

Polisi menduga, Heru sudah merencanakan perbuatan jahatnya itu jauh-jauh hari.

Dia mengetahui seluk-beluk kegiatan korban dan melancarkan aksinya saat korban tengah lengah.

"Tersangka berikut barang bukti satu unit mobil Honda Freed warna hitam metalik, tahun 2013 nopol B 254 NSA diamankan di kantor Polsek Metro Kebayoran Baru guna penyidikan lebih lanjut," ujar Teguh, Selasa (14/2/2017).

Teguh mengatakan, Heru dikenai Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved