Breaking News:

Pilkada DKI Jakarta

Kalah, Suara Agus-Sylvi Belum Tentu Beralih ke Anies - Sandi

Tersingkirnya Agus-Sylvi belum tentu memastikan suara pendukung mereka beralih ke Anies-Sandi.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat saat memberikan keterangan di hadapan pendukungnya di Rumah Lembang. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA-Hasil quick count beberapa lembaga survey, menunjukkan bahwa pasangan Agus-Sylvi harus tersingkir.

Pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi, bisa dipastikan maju pada putaran kedua.

Namun, tersingkirnya Agus-Sylvi belum tentu memastikan suara pendukung mereka beralih ke Anies-Sandi.

Seperti yang dikatakan oleh Manajer Riset Jaringan Suara Indonesia (JSI), Rudi Ruswandi, bahwa kedua pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi, pemilihnya saling beririsan.

"Karena mereka sama-sama menjaring suara dari masyarakat yang anti-Ahok. Tapi belum tentu juga nanti pada putaran kedua, suara pendukung Agus-Sylvi mengalir ke pasangan Anies-Sandi," kata Rudi, di hotel JS Luwansa, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017).

Pasalnya, lanjut Rudi, terdapat pendukung Agus-Sylvi yang fanatik. 

Mereka nantinya, akan memilih, lebih baik tidak menggunakan hak pilihnya atau golput ketimbang mengalihkan dukungan kepada pasangan Anies-Sandi di putaran kedua.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, partai-partai yang sebelumnya mendukung Agus-Sylvi akan mendeklarasikan dukungan kepada salah satu pasangan yang lolos putaran dua," katanya.

Meskipun, ia menilai manuver-manuver partai politik tersebut tidak akan berpengaruh besar terhadap keterpilihan pasangan calon.

"Berdasarkan pengalaman saya, kemenangan lebih banyak ditentukan oleh figur calon yang diusung. Partai itu cuma agar calon masuk ke gelanggang Pilkada. Figur pun terkonsentrasi ke calon gubernur, calon bupati, atau calon wali kota," katanya.

Hasil quick count JSI

1. Agus-Sylvi : 17,53 persen

2. Ahok-Djarot : 41,5 persen

3. Anies-Sandi : 40,97 persen

Sampling error kurang lebih 1 persen
Sampel : 330 TPS
Teknik sampling : multistage random sampling

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved