Pilkada DKI Jakarta

LKPI Kumpulkan 500 Sampel TPS untuk Quick Count Pilkada DKI

Direktur Riset LKPI, Tatak Ujiyati, mengatakan, ada dua metode penghitungan yang dilakukan, yakni, Quick Count dan Exit Poll.

Editor: Murtopo
Kompas.com
Tiga calon pasangan pada Pilkada DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Acep Nazmudin

WARTA KOTA, MENTENG -- Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI) bakal melaksanakan perhitungan cepat Pilkada DKI Jakarta, Rabu (15/1/2017).

Direktur Riset LKPI, Tatak Ujiyati, mengatakan, ada dua metode penghitungan yang dilakukan, yakni, Quick Count dan Exit Poll.

"Kami menggabungkan dua metode survey, dengan sampel yang diambil dari 500 TPS dan melibatkan 1.000 responden secara random di seluruh enam kota dan kabupaten di DKI Jakarta," kata Tatak kepada Warta Kota, Selasa (14/2/2017).

Tatak mengatakan, dua metode survey tersebut memiliki perbedaan mendasar.

Quick count diambil langsung dari hasil penghitungan suara di TPS berupa sampel, sementara exit poll menanyakan langsung celon pilihan responden setelah mereka keluar dari bilik suara.

"Maka dari itu quick count biasanya lebih akurat, dan margin of errornya kecil hanya sekitar 0,5 persen," kata dia.

Sementara untuk exit poll, kata dia, bisa jadi hasilnya meleset jauh dari hasil yang akan dirilis oleh KPU nanti. Lantaran, exit poll merupakan opini dari responden.

"Tapi dengan exit poll kita bisa tahu alasan mengapa calon A bisa menang dan calon B bisa kalah," ungkap dia.

Tatak mengatakan, untuk hasil survey keduanya, bisa diketahui hasilnya paling cepat pada pukul 12.00 WIB.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved