Senin, 13 April 2026

Brigi, Seekor Anjing yang Telah 6 Kali Mengungkap Kasus Kriminalitas

"Tugasnya untuk menemukan pelaku, jadi kami memanfaatkan penciuman anjing, melalui bau si pelaku kriminal," katanya kepada Warta Kota, Selasa (13/2)

Joko Supriyanto
Brigi dan majikannya. 

WARTA KOTA, RAWA BARAT -- Pengungkapan kasus kriminalitas memang tak lepas dari aparat kepolisian, namun dalam pengungkapan sebuah kasus sering kali melibatkan sebuah hewan jenis anjing.

Seperti yang dilakukan oleh Polisi Satwa (Polsat) Brigadir Gede Masuwija, ia mengatakan anjing pelacak umum digunakan untuk membantuk pihak kepolisian dalam mengusut sebuat tugas kejahantan seperti menemukan pelaku maupun menangkap pelaku kejahatan.

"Tugasnya untuk menemukan pelaku, jadi kami memanfaatkan penciuman anjing, melalui bau si pelaku kriminal," katanya kepada Warta Kota, Selasa (13/2/2017).

Saat ini Gede Masuwija menjadi pelatih dan petugas yang mengusut kasus kriminal, dengan mengunakan anjing jenis harder yang dinamai Brigi, anjing tersebut sudah enam kali mengungkap kasus kriminal.

"Anjing ini sudah enam kali mengungkap kasus kriminal, salah satunya kasus penemuan gading gajah, dan pernah juga menamgkap pelaku pencurian," katanya.

Menurut pria yang pernah menjalani pendidikan sebagai pelatih anjing di Virginia, Amerika ini mengatakan dalam melatih anjing pelacak memang harus ada pendekatan khusus.

"Melatih anjing sama saja jika diibaratkan seperti mendidik anak dan merawat anak, jadi ada pendekatan, semua anjing bisa dilantih cuma tidak semua anjing dapat dilatih sebagai anjing pelacak," katanya.

Dalam menjadikan seekor anjing pelacak ada beberapa penyeleksian, penyeleksian dilakukan sama ketika dalam open recruitmen, anjing tersebut akan dididik salah satunya tidak takut ledakan, dan yang paling penting anotominya sehat.

"Pelatihanya sama kami latih ketika dengar ledakkan bagaimana reaksinya, dan yang pasti anjing sehat. Semua anjing dapat dilatih cuma tidak semua anjing bisa menjadi anjing pelacak," katanya.

Dalam pelatihanya menurut Gede memerlukan waktu enam bulan bahkan bisa lebih untuk menjadi anjing pelacak.

"Jika Pelatihan sudah lulus, nanti akan dididik kembali dari nol, selama enak bulan baru bisa menjadi anjing pekerja," katanya.

Dalam melacak sebuah kasus kriminal misalnya kasus pencurian anjing pelacak dapat menemukan pelaku dengan mengunakan penciumannya.

"Kami bisa pakai jejak kaki, atau bau, walaupun bau seseorang sama misalnya minyak wanginya anjing ini bisa tahu mana pelakunya, karena apa anjing ini tahu mana yang berniat jahat atau tidak, jadi bisa lihat dari karakter orang," katanya.

Anjing pelacak yang dimiliki oleh polisi satwa saat ini seperti anjing pelacak kriminal, pelacak narkoba, bahan peladak, pelacak mayat korban bencana.

Pria yang sudah 15 tahun menjadi pelatih anjing ini mengatakan memang sejak dahulu sudah suka dengan anjing, jadi dengan profesinya yang sekarang ini menurutnya sudah menjadi hobinya.

Walaupun ada rasa takut ketika awal bekerja, Gede mengaku sudah merasa senang dengan pekerjaan ini.

"Sukanya lebih banyak, karena memang saya suka dengan anjing dari dulu, kalo duka tidak ada paling didigit mah sudah biasa," katanya.

Selain berprofesi sebagai pelatih anjing pelacak ternyata gede juga sering dimintai tetangga rumahnya untuk melatih anjing. (m13)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved