Alternatif Terminal Sementara Selain Lahan Stadebar agar Pengerjaan Proyek Terminal Bisa Dimulai

Lahan Stadebar direncanakan menjadi terminal sementara untuk pengalihan kendaraan dan angkutan dari terminal.

Alternatif Terminal Sementara Selain Lahan Stadebar agar Pengerjaan Proyek Terminal Bisa Dimulai
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi. Jalan penghubung Terminal Depok dengan lahan Stadebar tetap dikerjakan pengembang, Rabu (14/12/2016). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Belum dimulainya pengerjaan proyek Terminal Terpadu Kota Depok sampai pertengahan Februari ini, mengakibatkan perizinan IMB proyek tersebut kedaluwarsa atau habis masa waktunya pada 9 Februari lalu.

Karenanya, pengembang sekaligus investor mega proyek senilai Rp 1,3 triliun itu, PT Andyka Investa mengajukan perpanjangan IMB.

Penyebab utama belum dimulainya proyek tersebut adalah adanya sengketa kepemilikan dan pengelolaan lahan Stasiun KA Depok Baru (Stadebar) antara Kemenhub dan PT KAI.

Lahan Stadebar direncanakan menjadi terminal sementara untuk pengalihan kendaraan dan angkutan dari terminal, agar lahan terminal depok yang lama steril dan pembangunan bisa mulai dilakukan di sana.

Juru Bicara PT Andyka Investa, Muttaqin menuturkan ada solusi dan alternatif yang dibahas pihaknya dalam rapat dengan Pemkot Depok, mengenai mega proyek ini, jika nantinya sengketa lahan Stadebar buntu.

"Solusinya, bus-bus besar akan dialihkan ke Terminal Jatijajar di Tapos, Depok, dan angkutan dalam kota dibuatkan rekayasa khusus di sekitar terminal," katanya.

Sehingga kata Muttaqin, lahan dimana terminal akan mulai dibangun steril dan pengerjaan sudah bisa mulai dilakukan di sana.

"Namun semuanya masih menunggu dulu, seperti apa pembicaraan antara Kemenub dan PT KAI mengenai lahan Stadebar tersebut," kata Muttaqin.

Menurutnya, Pemkot Depok sendiri sudah meminjam lahan Stadebar itu untuk dijadikan terminal sementara ke Kemenhub, sesuai informasi dari BPN yang menyatakan lahan milik Kemenhub.

Namun, PT KAI mengklaim sebagai pemilik lahan dan melakukan penembokan di sekitar lahan sampai menutup akses jalan penghubung antara terminal dan lahan Stadebar, sejak pertengahan 2016 lalu.

Mengenai IMB yang sudah kedaluwarsa saat ini, Muttaqin menjelaskan saat ini pihaknya sudah mengajukan perpanjangan masa berlaku IMB proyek Terminal Terpadu tersebut ke Pemkot Depok, untuk 6 bulan mendatang.

"Pengajuan perpanjangan IMB sudah kami lakukan. Kami harap, IMB baru terbit lebih cepat, karena semua izin pendukung dari Amdal dan Site Plannya, semuanya sama atau tidak ada yang berubah," kata Muttaqin.

Menurutnya dalam masa proses perpanjangan IMB atau pengajuan IMB baru ini, pihaknya tidak boleh melakukan pengerjaan apapun di lahan terminal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Yulistiani Mochtar, membenarkan sudah habisnya masa berlaku IMB proyek Terminal Terpadu Kota Depok, yang dikantongi pihak pengembang.

"Kami sudah informasikan ke pengembang, dan mereka sudah mengurus pengajuan IMB baru atau perpanjangannya," kata Yulistiani.

Menurutnya, sesuai ketentuan jika IMB sudah diterbitkan, maka pembangunan harus segera dimulai paling lambat 6 bulan atau sampai masa waktu IMB berlaku.

Jika tidak maka, masa berlaku IMB dinyatakan habis dan mesti ada pengajuan baru atau perpanjangan. "Dan ini sudah dilakukan pengembang untuk mengurus perpanjangan IMB-nya," kata Yulistiani.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved