Cari Tahu Bahaya Narkotika di Griya Anti Narkoba

Perkumpulan itu secara bersama-sama mendirikan Griya Anti Narkoba di Taman Indraloka, Jalan Mandor Hasan No 45, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Cari Tahu Bahaya Narkotika di Griya Anti Narkoba
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Griya Anti Narkoba di Taman Indraloka Jalan Mandor Hasan No 45, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Pengguna narkotika yang semakin marak menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.

Salah satunya, para pensiunan Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Direktorat Narkoba Polri, yang tergabung dalam Asosiasi Purnawira Penegak Hukum Narkotika Indonesia (AP2HNI).

Perkumpulan itu secara bersama-sama mendirikan Griya Anti Narkoba di Taman Indraloka, Jalan Mandor Hasan No 45, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Di tempat itu, masyarakat disajikan berbagai informasi mengenai narkotika, dari mulai perjalanan narkotika masuk ke Indonesia, rute-rute penyebaran, jenis-jenis narkotika, cara penggunaannya, pengungkapan kasus-kasus besar narkotika oleh penegak hukum, pandangan seluruh agama tentang narkoba, hingga bahaya penggunaan narkotika.

Berbagai informasi tersebut disajikan dalam bentuk foto, poster, brosur, maupun tayangan film dokumenter di ruangan audio visual.

Griya Anti Narkoba di Taman Indraloka Jalan Mandor Hasan No 45, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.
Griya Anti Narkoba di Taman Indraloka Jalan Mandor Hasan No 45, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. (WARTA KOTA/FERYANTO HADI)

Yudi Iskandar selaku pemandu Griya Anti Narkoba mengatakan, masyarakat dari berbagai usia dan kalangan kerap datang ke lokasi itu.

"Khususnya rombongan anak-anak sekolah. Mereka mendapatkan informasi serta sosialisasi mengenai narkoba, termasuk bahaya-bahayanya. Jadi, ini untuk pencegahan sejak dini," jelasnya ditemui di Griya Anti Narkoba belum lama ini.

Yudi menambahkan, sejumlah petugas akan memandu pengunjung berkeliling di griya itu, untuk melihat koleksi-koleksi yang ada.

"Ini seperti sebuah museum kecil. Selain mendapatkan penjelasan mengenai narkotika, pengunjung juga bisa menonton film dokumenter perjalanan para pecandu narkoba, dan dampak yang mereka dapatkan dari penggunaan narkotika. Durasi filmnya selama 18 menit," papar Yudi.

Ketua Umum AP2HNI Irjen (Purn) Indradi Thanos menyatakan, Griya Anti Narkoba didirikan pada 2013. Tempat ini difungsikan sebagai pusat informasi bagi masyarakat mengenai narkotika.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved