Truk Kontainer Rem Blong Tabrak Pos, Satu Satpam Luka Parah

Erna mengatakan, insiden itu mengakibatkan seorang satpam bernama Roni (44) mengalami luka parah di bagian lengan kiri.

Truk Kontainer Rem Blong Tabrak Pos, Satu Satpam Luka Parah
WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Truk kontainer menubruk pos satpam dan warung makan di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi pada Kamis (9/2/2017) pukul 05.30. 

WARTA KOTA, BEKASI - Sebuah truk kontainer menubruk pos satpam dan warung makan di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (9/2/2017) pukul 05.30.

Diduga, kecelakaan terjadi karena rem truk bernomor polisi B 9584 JH yang dikendarai Fuad (28) mengalami, blong.

"Pengakuan sopir truk, saat melaju tiba-tiba rem blong dan dia membanting setir ke sisi kanan yang saat itu sedang lengang," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing.

Erna mengatakan, insiden itu mengakibatkan seorang satpam bernama Roni (44) mengalami luka parah di bagian lengan kiri. Sebab, saat kejadian Roni sedang tertidur pulas di pos satpamnya.

"Korban Roni langsung dilarikan ke RS Karyamedika, Bantargebang, untuk mendapat perawatan," ujarnya.

Truk kontainer menubruk pos satpam dan warung makan di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi pada Kamis (9/2/2017) pukul 05.30. Satpam bernama Roni (44) mengalami luka parah di bagian lengan kiri.
Truk kontainer menubruk pos satpam dan warung makan di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi pada Kamis (9/2/2017) pukul 05.30. Satpam bernama Roni (44) mengalami luka parah di bagian lengan kiri. (WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI)

Erna memastikan, korban luka dalam peristiwa itu hanya satu orang, yaitu Roni. Sebab, saat kejadian warung yang terkena hantaman truk dalam keadaan kosong. Sementara, pengemudi truk bernama Fuad bersama rekannya, Deki (21), tidak mengalami luka.

Oleh petugas, keduanya kemudian diamankan Satlantas Polrestro Bekasi Kota untuk dimintai keterangan. Sedangkan pengemudi truk masih berstatus sebagai saksi.

Erna mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kendaraan berat, untuk rutin mengecek sistem pengereman. Sebab, kasus serupa sering terjadi dan mayoritas dialami kendaraan berat.

"Sebetulnya kasus ini bisa diantisipasi bila pemilik truk rutin mengecek sistem pengereman," cetus Erna. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved