Sesepuh Muara Angke: Nelayan Tak Rugi

"Sebab sejak dulu, lokasi yang kini dibangun pulau G itu memang bukan tempat mencari ikan," kata Warkiman.

WARTA KOTA/THEO YONATHAN SIMON LATURIUW
Warkiman (56), sesepuh nelayan pinggir di Muara Angke. (Theo Yonathan Simon Laturiuw) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw

PENJARINGAN, WARTA KOTA -- Warkiman (56), sesepuh yang merupakan salah satu nelayan pinggir pertama di Muara Angke mengatakan keberadaan Pulau G sebenarnya tak mengganggu nelayan pinggir untuk mencari ikan-ikan itu.

Warkiman datang ke kawasan Muara Angke di pertengahan dekade 1980an. Sekitar tahun 1987. Lalu mencari penghasilan dari menjadi nelayan pinggir.

Nelayan pinggir ini mencari jenis ikan kembung, tembang, rajungan, dan ikan teri. Mereka menggunakan kapal-kapal kecil ke laut yang tak jauh dari daratan.

Saat ini ada ratusan nelayan pinggir di kawasan Muara Angke.

"Sebab sejak dulu, lokasi yang kini dibangun pulau G itu memang bukan tempat mencari ikan," kata Warkiman ketika ditemui Wartakotalive.com di lokasi tempatnya menampung kerang hijau di kawasan Muara Angke, Kamis (9/2/2017).

. Nelayan pinggir itu dari dulu kalau mencari ikan bukan di lokasi yang kini dijadikan pulau G. Tapi lebih ke tengah lagi," ujarnya.

Dia mengaku kini sudah jarang melaut. Tapi sudah berganti profesi menjadi tengkulak kerang hijau.

"Tapi saya tahu lah kondisi laut disini," ucap Warkiman.(*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved