20 Kilogram Sabu Asal Malaysia Diselundupkan di Ban Mobil

Kepala BNN Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso mengungkapkan, pergerakan jaringan ini telah terpantau sejak tiga bulan sebelumnya.

20 Kilogram Sabu Asal Malaysia Diselundupkan di Ban Mobil
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Para tersangka penyelundupan narkotika dari Malaysia dengan modus menyembunyikan dalam ban kendaraan, saat ekspose kasus di Kantor BNN, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017). 

WARTA KOTA, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kanwil Direktorat Bea Cukai Bagian Kalimantan Barat, mengungkap penyelundupan narkotika dari Malaysia, dengan modus menyembunyikan ke dalam ban kendaraan.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso mengungkapkan, pergerakan jaringan ini telah terpantau sejak tiga bulan sebelumnya. Jaringan ini diketahui mengendalikan peredaran narkotika jenis sabu golongan satu yang berasal dari Tiongkok.

"BNN dan Bea Cukai terus membuntuti pergerakan mereka. Sampai mereka mengambil sabu dari wilayah Kucing, Malaysia. Mereka berangkat melalui perbatasan Entikong di Kalimantan Barat, kemudian pulang melalui perbatasan Badau," ungkap Buwas saat menggelar jumpa pers di kantornya, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (8/2/2017).

Buwas melanjutkan, setibanya kembali ke Indonesia pada Sabtu (4/2/2017) lalu, petugas menyergap dua tersangka berinisal BW alias Planet dan H alias Iyan, di Jalan Parit Naim, Kelurahan Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Saat diperiksa, ditemukan 20 bungkus sabu yang terpasang pada kedua ban kiri dan kanan belakang mobil, termasuk di dalam ban cadangan mobil itu. Total ada 20 kilogram sabu," terang Buwas.

Kemudian, petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka GV alias Valen dan N alias Nonot, sebagai pihak yang akan menerima barang. GV ditangkap di depan sebuah hotel di Jalan 28 Oktober Pontianak Utara, saat hendak mengambil mobil tersebut pada pukul 00.10.

"Berdasarkan keterangan empat tersangka, didapat keterangan mereka dikendalikan dua orang berisial DH alias Mangap dan S alias Boy bin Ahmad. Keduanya adalah penghuni rutan kelas IIA Pontianak," imbuh Buwas.

Buwas menambahkan, dengan pengungkapan 20 kilogram sabu ini, BNN telah menyelamatkan 100.500 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Sementara, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, wilayah perbatasan memang rawan terjadi penyelundupan berbagai barang ilegal, termasuk narkotika.

"Di Kalimantan Barat saja, ada lima jalur perlintasan resmi menuju Malaysia. Sedangkan yang tidak resmi ada sekitar 20. Belum termasuk jalur tikusnya. Makanya ini sangat rawan," tuturnya, di Kantor BNN.

Heru menambahkan, ke depan pihaknya akan lebih ketat melakukan pengawasan dengan melakukan kerja sama, baik dengan Polri, TNI, maupun BNN, dalam mencegah terjadinya penyelundupan narkotika melalui wilayah perbatasan.

"Seperti pada penangkapan 20 kilogram sabu kemarin. Itu kami sudah curiga dengan jaringan. Kami biarkan mereka melintas ke wilayah Kucing dulu. Pas pulangnya baru dilakukan penyergapan bersama BNN dan TNI," jelasnya.

Selain mengamankan sabu, petugas gabungan menyita sejumlah barang bukti lain seperti mobil Mitsubishi Strada, sejumlah handphone, paspor, dan identitas tersangka.

Para tersangka dikenakan sejumlah pasal dalam Undang-undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved