Breaking News:

Penegak Hukum Diharapkan Jujur dan Tahan Godaan karena Indonesia Darurat Narkotika

Asosiasi ini beranggotakan para pensiunan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri yang pernah bertugas di direktorat narkoba.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Feryanto Hadi
Data tahun 2016 menyebut, pengguna narkotika di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Setiap hari korban yang meninggal antara 33-40 orang. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Tingginya jumlah pengguna narkotika di Indonesia menjadikan negara ini pasar empuk bagi peredaran narkotika.

Termasuk, bandar besar dari sejumlah negara yang terus-menerus mencoba menyelundupkan barang haram itu.

Hal ini diungkapkan Brigjen Pol (Purn) Jeanne Mandagi, salah seorang pengurus Asosiasi Purnawira Penegak Hukum Narkotika Indonesia (AP2HNI).

Baca: Kapolda Metro Jaya Mengecam Rencana Long March 112 Ulangi Sukses 212

Asosiasi ini beranggotakan para pensiunan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri yang pernah bertugas di direktorat narkoba.

Ia menyebut, saat ini Indonesia sudah darurat narkoba.

Beberapa faktornya seperti tingginya penggunaan narkotika, daya rusak, wilayah sebaran, aparat yang terjerat, potensi pasar, kerugian jiwa dan material serta banyaknya temuan narkotika jenis baru.

"Seperti sebuah bisnis, makin tinggi demand maka suplly juga akan tinggi. Indonesia masih menjadi incaran para bandar narkotika karena pengguna narkotika di sini banyak dan terus meningkat dari tahun ke tahun," kata Jeanne ditemui di Griya Anti Narkoba, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (7/2/2017).

Baca: Buzzer Ahok Rekayasa Foto OK OCE Jadi Meme Berbau Mesum dan Jorok

Data tahun 2016 menyebut, pengguna narkotika di Indonesia mencapai 4,2 juta orang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved