Akademisi harus Kritisi Pemerintah secara Tulus

Menurut Taufan, para akademisi harus mengkritisi pemerintahan Jokowi, karena utang Indonesia telah mencapai Rp 4000 triliun.

Akademisi harus Kritisi Pemerintah secara Tulus
Warta Kota/Dody Hasanuddin
Direktur Program Pasca Sarjana Institut STIAMI, Dr Taufan Maulamin SE Akt, MM di Seminar Nasional Kepemimpinan bertema Problematika dan Solusi untuk Mewujudkan Masyarakat Demokrasi yang Mensejahterakan. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Seluruh akademisi diminta untuk mengkritisi Pemerintahan Joko WidodoTulus secara tulus.

Hal itu harus dilakukan agar pemerintah kembali ke rel yang benar.

Hal itu disampaikan Direktur Program Pasca Sarjana Institut STIAMI, Dr Taufan Maulamin SE Akt, MM di Seminar Nasional Kepemimpinan bertema Problematika dan Solusi untuk Mewujudkan Masyarakat Demokrasi yang Mensejahterakan.

Menurut Taufan, para akademisi harus mengkritisi pemerintahan Jokowi, karena utang Indonesia telah mencapai Rp 4000 triliun.

Bengkaknya utang Indonesia akibat berbagai kegagalan pembangunan di bidang ekonomi.

Keterlambatan ekonomi.

Di antaranya rasio gini (kesenjangan ekonomi) mencapai 4,0 dan utang Indonesia mencapai Rp 4000 triliun.

Belum lagi jumlah masyarakat miskin Indonesia jika menggunakan indikator dunia mencapai 120 juta penduduk.

"Utang Indonesia mencapai Rp 4000 triliun dan jumlah penduduk miskin 120 juta orang. Dua hal itu membuat Indonesia merupakan negara gagal? Bisa jadi demikian," kata Taufan.

Taufan menyatakan bahwa di tengah berbagai kegagalan pembangunan ekonomi, Indonesia menghadapi dekonstruksi bangsa yang mengatasnamakan demokrasi.

Elemen bangsa satu dengan lainnya, terus diadu.

Mereka yang memiliki pendapat beseberangan dengan pemerintah dituduh makar dan membahayakan kebhinekaan.

"Setelah hampir 72 tahun merdeka, sayangnya nasionalisme umat Islam dipertanyakan kualitasnya oleh sebagian warga negara ini. Fakta hari ini, penguasa membela kelompok tertentu, yang seharusnya rakyat dinomor satukan," tandas Taufan. (dod)

Penulis: Dody Hasanuddin
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved