Ahok Bertekad Relokasi Tetap Dilakukan Bagi Warga Yang Mendudukin Tanah Negara
Nantinya, mereka akan direlokasi ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang dibangun Pemprov DKI Jakarta.
Penulis: Mohamad Yusuf |
WARTA KOTA, JATINEGARA -- Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan akan terus melanjutkan relokasi selama masih ada warga yang tinggal di atas tanah negara.
Nantinya, mereka akan direlokasi ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang dibangun Pemprov DKI Jakarta.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, untuk membangun satu unit rusun memerlukan dana sebesar Rp 300 juta.
Sehingga, bila dia ingin mengambil cara mudahnya agar warga ingin direlokasi adalah dengan memberikan uang kerohiman Rp 50 juta.
"Kalau saya bagi Rp 50 juta per-KK seneng gak? Seneng. Ngapain saya bangun Rp 1,8 miliar buat enam keluarga? Mending Rp 300 juta loe bagi enam keluarga, tapi rakyat ini lari ke mana? Dia bisa aja cari sungai lagi, balik lagi. Dulu pakai kardus, dapat Rp 50 juta jadi beton," katanya di kawasan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, Senin (6/2/2017).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, pemerintah sudah seharusnya memperhatikan warganya layaknya anak dan orang tua.
Walaupun ini tengah masa kampanye, dia tidak ingin memberikan janji manis yang belum tentu dapat direalisasikan.
"Makanya saya gak mau tidak berpikir. Saya sampaikan kebenaran. Saya gak mau kasih kerohiman. Karena kita bantu uang kuliah, sembako, rusun itu duit gak kasih ke dia (langsung). Kalau ada masyarakat bawah hasut gak usah pilih saya gak perduli," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/duri_20170110_055520.jpg)