Antasari Azhar Bebas

Polisi Tegaskan Tak Hentikan Kasus SMS Gelap yang Dilaporkan Antasari Azhar

Saat ditanya apakah ada kendala, dia enggan membeberkannya. Padahal, kasus itu terkesan mandek sejak 2011 lalu.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Nur Ichsan
Antasari Azhar 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Polda Metro Jaya mengklaim tidak pernah menutup kasus pelaporan mantan Ketua KPK Antasari Azhar tentang SMS gelap. Sehingga, proses hukum tetap berjalan untuk mengungkap kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus sedang bekerja melakukan penyelidikan.

"Untuk Antasari sedang dalam penyelidikan, tunggu saja penyidik sedang bekerja," kata Argo saat dihubungi, Sabtu (4/1/2017).

Dia tak mau menjelaskan soal kedatangan Antasari ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Argo meminta agar penyidik diberikan waktu untuk mengusut kasus tersebut.

"Ya informasi saja soal kasusnya. Tunggu saja. Kita tak ada penghentian kasus," ucapnya.

Saat ditanya apakah ada kendala, dia enggan membeberkannya. Padahal, kasus itu terkesan mandek sejak 2011 lalu.

"Kita dalami. Penyelidikan. Itu barang bukti yang ada percakapan SMS, fotokopi, kita membutuhkan yang SMS siapa? HP-nya siapa?" papar Argo.

Antasari Azhar bersama kuasa hukum dan adik Nasrudin Zulkarnain, menyambangi Polda Metro Jaya, Rabu (1/2/2017). Antasari menagih tindak lanjut dari laporannya pada 2011 silam yang tak ada perkembangan.

Antasari melaporkan dua perkara ke Mapolda Metro Jaya pada 2011 silam. Laporan itu dibuat saat menjalani dua tahun masa tahanan dalam perkara pembunuhan Nasrudin.

Pertama, perkara dugaan penyalahgunaan teknologi informasi (TI) melalui pesan singkat (SMS). Kedua, laporan mengenai dugaan saksi palsu yang mengaku melihat SMS itu.

SMS yang jadi bukti untuk menjerat Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin itu sempat disebut oleh saksi ahli bidang TI dalam persidangan, Dr Ir Agung Harsoyo, hanya seolah-olah berasal dari ponsel Antasari. Hingga kini, laporan tersebut belum dicabut.

Saat kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain berlangsung pada 2009,  Irjen M Iriawan yang kini menjabat Kapolda Metro Jaya, adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang menangani kasus itu.

Setelah menjalani masa hukuman dan mendapatkan remisi, Antasari akhirnya bebas bersyarat pada November 2016. Ia kini bebas murni setelah mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved