Antasari Azhar Bebas

Kapolda Metro Jaya Kabur Saat Ditanya Kasus Antasari Azhar

Iriawan yang berjalan ke arah mobilnya yang menunggu tak jauh dari meja rilis, langsung dikejar oleh belasan wartawan.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Bintang Pradewo
Kapolda Metro Jaya Irjen Moch Iriawan menggelar press realease pengungkapan kasus narkotika tembakau cap gorila, di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Ada sikap berbeda dari Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan, usai menggelar press realease pengungkapan kasus narkotika tembakau cap gorila, di Gedung Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2017).

Jenderal bintang dua itu langsung melarikan diri dari kejaran wartawan, saat ingin ditanya beberapa kasus yang sedang didalami penyidik Polda Metro Jaya.

Iriawan mencoba mengelabui wartawan dengan cara menyuruh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, untuk menjelaskan segala sesuatu yang ingin ditanyakan puluhan awak media.

Iriawan yang berjalan ke arah mobilnya yang menunggu tak jauh dari meja rilis, langsung dikejar oleh belasan wartawan. Iriawan yang biasanya senang meladeni pertanyaan wartawan, kali ini
malah berlari. Rautnya bahkan berubah masam ketika wartawan bersahut-sahutan menanyakan kasus Antasari.

"Pak, kasus Antasari gimana Pak?" tanya wartawan kepada Iriawan.

Namun, ia langsung masuk ke mobilnya dan menutup pintu. Saking buru-burunya, Iriawan bahkan lupa melepas sarung tangan yang digunakannya untuk memegang tembakau gorila dan sejumlah barang bukti saat rilis.

Sebelumnya, mantan Ketua KPK Antasari Azhar bersama kuasa hukum dan adik Nasrudin Zulkarnain, menyambangi Polda Metro Jaya pada Rabu (1/2/2017) lalu. Antasari menagih tindak lanjut dari
laporannya pada 2011 silam yang tak ada perkembangan.

Antasari melaporkan dua perkara ke Mapolda Metro Jaya pada 2011 silam. Laporan itu dibuat saat menjalani dua tahun masa tahanan dalam perkara pembunuhan Nasrudin.

Pertama, perkara dugaan penyalahgunaan teknologi informasi (TI) melalui pesan singkat (SMS). Kedua, laporan mengenai dugaan saksi palsu yang mengaku melihat SMS itu.

SMS yang jadi bukti untuk menjerat Antasari dalam kasus pembunuhan Nasrudin itu, sempat disebut oleh saksi ahli bidang TI dalam persidangan, Dr Ir Agung Harsoyo, hanya seolah-olah berasal
dari ponsel Antasari. Hingga kini, laporan tersebut belum dicabut.

Saat kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain berlangsung pada 2009, Iriawan adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang menangani kasus itu.

Setelah menjalani masa hukuman dan mendapatkan remisi, Antasari akhirnya bebas bersyarat pada November 2016. Namun, ia kini bebas murni setelah mendapat grasi dari Presiden Joko Widodo. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved