Tahanan BNNK Jaksel Nekat Mau Kabur Malah Tewas karena Terjun dari Lantai 14

Seorang tahanan kasus narkoba tewas setelah nekat terjun dari lantai 14 gedung Wali Kota Jakara Selatan.

Tahanan BNNK Jaksel Nekat Mau Kabur Malah Tewas karena Terjun dari Lantai 14
Warta Kota
Ilustrasi terjun dari lantai 14 untuk kabur malah tewas. 
WARTA KOTA, KEBAYORANBARU -- Seorang tahanan narkoba Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan bernama Taufikurrahman alias Viko bin Muhayar (28), tewas akibat terjatuh dari lantai 14 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (3/2/2017) sore.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 bersamaan dengan jam pulang PNS.
Viko diduga nekat melompat karena hendak melarikan diri dengan cara memecahkan kaca kamar toilet.
Kepala BNNK Jakarta Selatan, Amrita Devi menerangkan, sebelum Viko tewas, sekitar pukul 16.20, dia meminta izin petugas untuk buang air besar (BAB) ke toilet kantor BNNK yang terletak di lantai 14 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.‎
Petugas kemudian mengawal Viko ke dalam kamar mandi.
Saat masuk ke bilik toilet, petugas berjaga di luar.
Tak lama kemudian, petugas mendengar suara pecahan kaca. Saat masuk ke dalam toilet, Viko tampak keluar dari jendela dan hendak lompat ke lantai dasar dengan menggunakan tutup kloset.
"Rupanya, dia mau kabur dengan cara memecahkan kaca kamar mandi," ujar Amrita kepada Warta Kota di lokasi kejadian, Jumat (3/2/2017) petang.
Amrita menjelaskan, sebelum terjatuh ke bawah, Viko sempat bergantungan di sisi luar bangunan dengan cara menahan diri pada pecahan kaca ventilasi.
Saat petugas berusaha menarik, dia malah melepaskan tangan yang sudah terkena pecahan kaca ventilasi kamar mandi dan terjatuh di taman belakang Gedung A Kantor Wali Kota.
"Saat petugas perawat dari BNNK memeriksa nadi tersangka, yang bersangkutan sudah meninggal dunia," bilang Amrita.
Diungkapkan Amrita, Viko adalah warga Cipulir, Jakarta Selatan, yang ditangkap pada Selasa (31/1/2017) tak jauh dari rumahnya karena mengedarkan narkoba jenis ganja. Saat ditangkap, petugas menyita ganja seberat 130 gram.
"Sebetulnya rencananya hari ini tersangka mau kita pindah ke ruang tahanan BNN. Berkas-berkasnya sudah siap. Kami menduga dia ingin melarikan diri," tutur Amrita.
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved