Terminal Rawa Buaya Dinilai Mampu Gantikan Trayek AKAP Terminal Kalideres

Terminal Rawa Buaya diangap mampu menggantikan trayek AKAP Terminal Kalideres.

Terminal Rawa Buaya Dinilai Mampu Gantikan Trayek AKAP Terminal Kalideres
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Terminal Rawa Buaya 

WARTA KOTA, KALIDERES -- Kasudinhubtrans Jakarta Barat, Anggiat Banjanahor menilai, kondisi Terminal Rawa Buaya dianggap mampu menggantikan trayek AKAP Terminal Kalideres.

Selain karena wilayahnya yang luas, tak jauh dari terminal sudah terdapat stasiun commuter line.

"Artinya, integrasi antar moda transportasi dengan sendirinya akan terbentuk," tutur Anggiat, Selasa (31/1/2017).

Terminal Rawa Buaya memiliki luas 9,8 hektare. Tiga kali lipat dari ‎terminal Kalideres yang hanya 3,2 hektare saja.

Sementara, ketentuan Kemenhub terhadap terminal Tipe A, haruslah memiliki lahan sekurang kurangnya 5 hektare.

Terminal Rawa Buaya
Terminal Rawa Buaya

Melihat luasnya yang begitu besar, Anggiat mengklaim 1.000 kendaraan bus besar mampu ditampung di kawasan itu.

Saat ini setelah penghapusan terhadap trayek di terminal Rawa Buaya sendiri sudah di berlakukan sejak 28 Januari 2017 lalu melalui keputusan Kemenhub.

Beberapa PO di kawasan itupun sudah banyak yang tutup. Saat ini kawasan itu hanya menjadi lokasi barang sitaan beberapa kendaraan.

"Jadi, tinggal pengerasan tanah aja. Kalau sudah keras dan optimal mungkin daya tampung 1.000 bisa," kata Anggiat.

Pantauan di lokasi, kondisi terminal Rawa Buaya ada beberapa PO yang masih melakukan operasi, meskipun jumlahnya sangat sedikit.

Disisi tengah terdapat kantor Sudinhubtrans Jakarta Barat yang gedungnya sudah tak terawat, beberapa tembok mulai bolong, cat yang pudar, hingga beberapa kamar mandi yang sudah tak digunakan.

Di bagian Barat terdapat Dipo busway milik salah satu operator yang pada September 2015 terbakar. Disekitaran terminal Rawa Buaya, terdapat beberapa mobil mulai dari jenis sedan, minibus, dan bus yang beberapa diantara tak terlihat terawat. Kendaraan itu merupakan hasil operasi pengandangan.

Tak jauh dari lokasi rawa Buaya di sisi selatan tepatnya, sekitar 50 meter terdapat stasiun rawa Buaya yang merupakan salah satu akses menggunakan commuter Jabodetabek. Stasiun ini melayani transportasi dari stasiun tangerang hingga stasiun duri, Tambora, Jakarta Barat. Setiap 10 - 15 menit Kereta Rel Listrik melewati dan berhenti di stasiun itu.

Sementara untuk akses keluar, pintu masuk stasiun memiliki akses cukup dekat dengan pintu tol JOR Wilayah Barat II yang bisa langsung menuju ke arah Bandara Soekarno Hatta, Merak, dan Pusat Jakarta (tol dalam kota).

"Inilah yang menjadi pertimbangan kenapa rawa Buaya di jadikan terminal tipe A," tutup Anggiat.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved