Lenggang Jakarta Kemayoran Sepi Pengunjung
Pasca diresmikan pada tanggal 29 Desember silam, kawasan Lenggang Jakarta Kemayoran Blok BI masih sepi peminat.
WARTA KOTA, KEMAYORAN-Pasca diresmikan pada tanggal 29 Desember silam, kawasan Lenggang Jakarta Kemayoran Blok BI masih sepi peminat.
Area seluas 1.400 meter persegi yang dibagi menjadi dua jenis pedagang, kuliner dan non kuliner terlihat sepi pembeli.
Area kuliner yang dibenahi oleh PT Sosro Indonesia sudah rampung dan bisa menampung sebanyak 98 pedagang kuliner. Kendati demikian, banyak gerobak yang kosong tanpa penjual.
"Banyak yang dagang, tapi sepi. Jadi mungkin nyari tempat lain," tutur Cici (49) pedagang Masakan Jawa, di Lenggang Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).
Ia juga merasakan omzetnya turun sejak pindah berdagang dari lokasi yang pada awalnya di kawasan Masjid Akbar ke Lenggang Jakarta Kemayoran.
"Dulu sehari bisa Rp 800.000 kok. Sekarang Rp100.000 saja sudah bagus," ucapnya.
Meski dirinya belum dibebankan biaya sewa karena masih dalam tahap percobaan, namun tetap saja dirinya merugi. Sepinya pembeli dikatakan olehnya karena pedagang kembali berjualan di pinggir jalan di Jalan H Jiung dan seputar Masjid Akbar.
"Pada balik lagi kesana. Pembelinya kan lebih ramai disana," ujar Cici.
Di sisi lain, pedagang non kuliner, Sumardi (47) tidak mengerti alasan pedagang lain yang menolak untuk direlokasi. Padahal, menurutnya Lenggang Jakarta Kemayoran sudah cukup baik dan layak untuk ditempati.
"Kurang apa lagi? Lahan parkir ada, toilet ada, resmi tempatnya, gak becek, gak kumuh. Komplit kok. Saya sendiri juga heran kenapa pada gak mau pindah," kata Sumardi.
Imbasnya, Sumardi sangat kesulitan mencari pembeli karena sepinya pengunjung. Bahkan ia menyatakan sering sekali aneka alas kaki yang dijualnya tidak dibeli.
"Sering banget gak ada satu pun pembeli. Tapi mau bagaimana lagi? Saya bertahan saja karena disini lebih nyaman jualannya," tuturnya.
Karena itu ia berharap agar pihak terkait segera membenahi area di Pasar Jiung dan Masjid Akbar agar semua pembeli pindah ke kawasan Lenggang Kemayoran Jakarta.
"Pembeli itu pasti ngikutin pedagang. Kalau pedagangnya semua pindah kesini, otomatis pembelinya pun juga. Jadi kalau bisa tolong segera dibenahi yang di Jiung dan Akbar," ucap Sumardi. (Rangga Baskoro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pedagang-lenggang-kemayoran_20170131_190814.jpg)