Tenis

Enam Petenis Junior Siap Bersaing di India

Tim tenis junior Indonesia telah melakukan adaptasi lapangan jelang turnamen Divisi 1 ITF Asia 14 & Under Development Championships 2017 di New Delhi,

Enam Petenis Junior Siap Bersaing di India
spormaraton.com
Logo tenis. 

Laporan Wartawan wartakotalive.com, Banu Adikara

WARTA WARTA, NEW DELHI - Tim tenis junior Indonesia telah melakukan adaptasi lapangan jelang turnamen Divisi 1 ITF Asia 14 & Under Development Championships 2017 di New Delhi, India.

Turnamen sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 29 Januari sampai 12 Februari pekan depan di Stadion RK Khanna.

Adapun enam petenis junior yang dikirim Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) adalah Muhammad Gunawan Trismuwantara (Madura), Nauvaldo Jati Agatra (Semarang), Azmi Januarsyah (Jambi), Priska Madelyn Nugroho (DKI Jakarta), Aurellia Azzahra (DKI Jakarta), dan Jessica Christa Wirahadipoernomo (Semarang).

Pelatih tim tenis junior, Yudha Warman pada Senin (30/1) mengatakan, timnya sudah mendarat di sejak Sabtu (28/1) kemarin, dan sudah masuk training camp untuk persiapan pertandingan.

Menurut Yudha, anak-anak didiknya tidak mengalami kendala apapun. Ia pun menilai, delapan hard court di Stadion RK Khanna sudah sangat layak.

Satu-satunya kendala yang dihadapi, menurut Yudha, hanya masalah makanan India.

"Paling hanya perlu adaptasi soal makanan saja. Menu internasional yang tersedia untuk sarapan di hotel hanya roti, sereal dan buah. Selebihnya didominasi makanan lokal India yang mungkin butuh waktu agar bisa diterima perut petenis kita,” kata Yudha.

Dari enam petenis, lima diantaranya dijadwalkan bermain pada siang hari waktu India, atau sore hari jelang malam WIB.

Hanya Priska yang dijadwalkan bermain pada Selasa (31/1) karena mendapat bye. Priska sendiri merupakan unggulan nomor 6 di kejuaraan tenis junior ini.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Junior Pelti, Aga Soemarno menambahkan, peluang Indonesia untuk menyabet gelar juara di kejuaraan ini cukup terbuka.

Beberapa negara tenis tangguh, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Korea Selatan, tidak mengirimkan perwakilan mereka.

"Tapi ada wakil tuan rumah India, negara pecahan Rusia seperti Uzbekistan, Kazakhstan dan Kirgystan serta negara Asia Tenggara, yakni Filipina, Malaysia dan Thailand. Tetap tak boleh lengah, " kata Aga.

Aga berharap, para petenis junior yang dikirim mampu dengan cepat mengatasi semua faktor yang bisa menghambat permainan mereka, mulai dari kondisi cuaca, lapangan, sampai makanan.

“Ini pembelajaran yang baik bagi petenis Indonesia, kalau memang mau menjadi petenis internasional harus bisa cepat beradaptasi dengan kondisi setempat karena mengikuti turnamen yang tidak hanya berpindah antar kota, namun juga antar negara setiap pekan,” kata pria yang juga mantan petenis nasional itu. (kar)

Penulis: z--
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved