Antasari Azhar akan Temui Dirkrimsus Polda Metro Jaya untuk Tindaklanjuti Kasus Mangkrak

SMS gelap itu merupakan salah satu bukti utama yang jadi penyebab Antasari mendekam dipenjara selama bertahun-tahun.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
TRIBUNNEWS/WAHYU AJI
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Mantan Ketua KPK Antasari Azhar telah melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya terkait SMS gelap yang menyeretnya mendekam di penjara selama bertahun-tahun.

Laporan itu sejatinya telah dilayangkan sejak tahun 2011, namun hingga saat ini proses penyelidikannya masih jalan di tempat.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya siap menerima laporan dari mana pun.

Namun, rencananya, Antasari akan berkonsultasi dengan Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat.

"Katanya mau tanya ke Dirkrimsus soal laporan dia tentang SMS. Silakan aja," kata Iriawan, Senin (30/1).

Dia mengatakan dari konsultasi tersebut, pihaknya akan menindaklanjutinya. Walaupun, sebelumnya, kasus itu terkesan tidak ditindaklanjuti.

"Nanti kita akan ditindaklanjuti. Tapi, sudah dua kali praperadilan dan tidak bisa karena tidak ada bukti lain," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan alasan sulitnya menyelidiki laporan tersebut. Menurut dia, bukti yang dibawa pihak Antasari belum cukup kuat untuk membongkar SMS gelap yang dilaporkan.

"Jadi barang bukti yang diberikan pada polisi hanya bundelan fotokopi yang kita masih belum tahu keabsahannya," ujar Argo.

Menurutnya, penyidik kesulitan bekerjasama dengan stakeholder terkait seperti perusahaan provider atau Kemkominfo untuk membongkar laporan SMS gelap. Sebab, bukti yang diberikan Antasari dianggap lemah. Polisi berharap Antasari akan membawa bukti baru.

"Kita kan namanya fotokopi perlu dicek kebenarannya seperti apa, dan menunggu pelapor segera melengkapi," tutur dia.

SMS gelap itu merupakan salah satu penyebab Antasari mendekam dipenjara selama bertahun-tahun.

Mantan Ketua KPK itu didakwa bersalah terlibat dalam kasus pembunuhan berencana terhadap bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen pada 2009 lalu.

Pada 10 November 2016, Antasari akhirnya mendapat pembebasan bersyarat setelah melewati 7,5 tahun masa tahanan dari total vonis 18 tahun penjara. Kini, Antasari telah dinyatakan bebas murni setelah Presiden Joko Widodo memberikan grasi 6 tahun ditambah sebelumnya telah menerima remisi 4,5 tahun.

Meski telah bebas, Antasari tetap memperjuangkan keadilan untuk korbannya. Dengan membongkar kasus SMS gelap itu, diharapkan polisi dapat mengungkap siapa dalang pembunuhan Nasrudin sebenarnya.

Rencananya, pekan ini Antasari bersama keluarga Nasrudin akan mendatangi Mapolda Metro Jaya. Mereka akan menagih janji kepolisian terkait laporan SMS gelap yang telah dilayangkan sejak sekitar lima tahu lalu itu.

"Pak Antasari Azhar kalau mau ke Polda Metro silahkan saja. Kita akan sangat menerima, dan yanh terpenting kita masih menunggu ada tambahan barang bukti," ucap Argo.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved