Kamis, 9 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Anies Baswedan: Indonesia Mengajar Solusi Mirisnya Kondisi Pendidikan

Gerakan Indonesia Mengajar yang digagas Anies Rasyid Baswedan, memiliki beragam pesan. d

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, saat bertanya kepada cagub DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama terkait janji membangun Kampung Deret, Jumat (13/1/2017) malam. 

WARTA KOTA, CILANDAK - Gerakan Indonesia Mengajar yang digagas Anies Rasyid Baswedan, memiliki beragam pesan.

Bukan hanya mencerdaskan bangsa, Indonesia Mengajar menurut calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga itu berarti menawarkan masa depan dan kesempatan kepada anak-anak di pelosok Nusantara.

Indonesia Mengajar yang merupakan salah satu program pemerataan pendidikan bagi anak-anak di Nusantara, diungkapkan Anies, menjadi solusi atas mirisnya kondisi pendidikan di Indonesia.

Hingga kini, banyak wilayah di pelosok Nusantara kekurangan pengajar, di samping terbatasnya infrastruktur sekolah. Padahal, pemerintah berkewajiban menjamin setiap anak dapat mengenyam pendidikan yang setara.

Tidak terbatas demografi ataupun geografi, anak-anak di pelosok Nusantara pun katanya memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

"Banyak daerah di Indonesia yang kekurangan guru berkulitas dengan infrastruktur sekolah yang serba terbatas pula," ungkap Anies kepada wartawan, di kediamannya di bilangan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017) pagi.

Gagasan untuk mendistribusikan pendidikan yang merata, rupanya disambut baik oleh para pengajar. Gerakan itu pun memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan dan pola pikir anak-anak yang tinggal di wilayah pelosok Indonesia.

"Dengan mengirim guru ke daerah-daerah di Indonesia, ternyata tak hanya mendistribusikan pendidikan, tetapi mendistribusikan masa depan bangsa," jelas Anies.

Dalam pelaksanaannya, maksud untuk mengirimkan guru-guru muda adalah agar setiap pengajar dapat memberikan metode mengajar yang lebih segar. Para guru muda pun dapat belajar menjadi pemimpin dan berkomunikasi dengan warga setempat.

Calon gubernur yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga mengatakan bahwa para guru muda bukan hanya datang untuk mengajar, melainkan juga belajar kepemimpinan.

"Justru itu (guru muda), mereka menawarkan cara mengajar yang baru, beda, dan menyegarkan. Di tempat itulah (guru baru) kepemimpinan mereka diuji," tutur Anies.

Keberhasilan lain yang didapatkan oleh pria yang turut menjadi inisiator gerakan Indonesia Mengajar itu, adalah menyakinkan para guru muda untuk datang dan mengajar ke pelosok negeri dengan penuh kebanggaan.

"Ini bukan tentang uang, mereka melakukannya demi kebanggaan. Saya bilang ke mereka, jika kamu ingin perbedaan, inilah tempatnya," ucap Anies. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved