Kasus Rizieq Shihab

Pendeta Laporkan Rizieq Shihab yang Diduga Sebarkan Kebencian

Pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung laporkan Imam Besar Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Shihab

Pendeta Laporkan Rizieq Shihab yang Diduga Sebarkan Kebencian
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Rizieq Sihab berbicara kepada wartawan usai diperiksa aparat Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/1/2017). Rizieq diperiksa terkait laporan mengenai ceramahnya soal palu arit di uang rupiah. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung laporkan Imam Besar Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Shihab di Bareskrim Polri.

Dalam video yang beredar di sosial media, Rizieq diduga menyebarkan kebencian. 

Baca: Kapolda Jabar: Rizieq Shihab 99 Persen akan Jadi Tersangka

Awalnya, Max hendak melaporkan Rizieq di Mapolda Metro Jaya. Tapi, pihak Polda menyarankan agar Laporan Polisi dibuat di Bareskrim Polri. 

Baca: Kapolda Metro Jaya Siap Tangkap Rizieq

Alasannya, tempat kejadian perkara berdasarkan barang bukti video yang berisi pernyataan Rizieq yang diduga mengancam membunuh para pendeta belum diketahui secara jelas.

Saat hendak laporkan Rizieq, Max didampingi kuasa hukum, dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI).

Dua di antaranya, Petrus Salestinus dan Makarius Nggiri Wangge.

Selain melaporkan Rizieq, ucap Makarius, TPDI juga akan mengajukan permohonan perlindungan hukum dan keamanan kepada Polri agar kepolisian di seluruh Indonesia memberikan perlindungan hukum dan keamanan secara khusus kepada seluruh tokoh agama.

"Agar dalam melakukan tugas pelayanan kepada umatnya masing-masing tidak boleh terbebani oleh perasaan takut dan cemas," ujar Makarius melalui keterangan yang diterima, Kamis (26/1/2017).

Laporan TPDI selanjutnya diterima dan teregister dengan nomor LP/93/2017/Bareskrim tertanggal 26 Januari 2017 dengan terlapor Habib Rizieq Shihab.

Rizieq disangka melakukan tindak pidana seperti dimaksud dalam pasal 156 KUHP jo Pasal 45 (a) UU ITE No. 19 Tahun 2016 yaitu ujaran kebencian dengan menggunakan informasi elektronik.

Laporan itu terkait dengan ucapan Rizieq yang mengancam pendeta. Ucapan itu dimuat di media sosial Youtube.

Ucapan Rizieq ditengarai pelapor berpotensi menimbulkan kondisi anomali.

"Sebagai akibat dari beredarnya rekaman video melalui You Tube yang beredar secara masif yang apabila tidak dicegah maka berpotensi menimbulkan kondisi anomali, saling curiga bahkan mengarah kepada konflik horizontal," ucap Makarius. (Dennis Destryawan)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved