Pembunuhan
Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Arum di Kos-kosan
Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ani Yani Pu
WARTA KOTA, SEMANGGI -- Hingga saat ini pihak kepolisian belum bisa mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap mahasiswi Universitas Esa
Unggul, Tri Ani Yani Puspo Arum di sebuah rumah kos-kosan di Jalan H.
Asmat Ujung Komplek Kebon Jeruk, Senin (9/1) lalu. Karena minimnya
saksi membuat kasus itu masih gelap.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan
mengatakan, minimnya saksi menjadi kendala dalam pengungkapan kasus
tersebut. Padahal, saat ini sudah ada delapan orang saksi yang
diperiksa oleh penyidik.
"Pertama kendala minimnya saksi. Saksi sudah delapan orang diperiksa,
temannya, keluarga terdekanya, termasuk kos-kosan di situ, kita mintai
keterangan," kata Hendy di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta
Selatan, Kamis (26/1).
Dari keterangan sejumlah saksi tersebut, kata dia, belum memberikan
titik terang dugaan perampok dan pembunuh Arum. Namun, penyidik
mendapat gambaran dari keterangan tetangga korban yang merupakan warga
negara asing.
Saksi tersebut, kata Hendy, sempat melihat Arum berbicara dengan
seorang laki-laki pada pagi hari sebelum ditemukan meninggal di dalam
kamar. "Pagi hari dia hanya melihat korban di depan pintu sedang
ngobrol dengan laki-laki. Nah kita cocokkan ciri-ciri laki-laki itu
ternyata bukan pacarnya. Apakah sama modusnya menawarkan barang dan
sebagainya masih kita dalami, kita minim saksi, kita masih analisa
terus," ungkap dia.(bin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/arum_20170109_184734.jpg)