Breaking News:

Plt Gubernur DKI Sebut Terminal Pulogebang Seperti Mal

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menegaskan, mulai 28 Januari 2017 tidak ada lagi terminal bayangan di ibu kota.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Feryanto Hadi
Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (20/12/2016) 

WARTA KOTA, GAMBIR - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menegaskan, mulai 28 Januari 2017 tidak ada lagi terminal bayangan di ibu kota.

"Terminal bayangan setop. Pulogadung yang kemarin saya jenguk sudah dibongkar, udah enggak ada. Termasuk di jalan-jalan sekitar Pulogadung menuju Bekasi, itu juga tidak diperbolehkan. Kalau ada pelanggaran, izin PO-nya (perusahaan otobus) yang dicabut," tegas Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2017).

Ditutupnya terminal bayangan itu, lanjut Sumarsono, tidak akan mematikan perekonomian setempat. Sebab, kini sudah ada Terminal Pulogebang yang siap menampung seluruh PO.

"Di Terminal Pulogebang, kami sudah investasi mahal. Kalau PO tidak ke terminal itu, tidak berfungsi, sepi juga, malah merugikan pemerintah. Karena, kalau mereka (penumpang) naik turunnya sudah di Pulogebang, maka kemacetan sedikit banyak bisa dikurangi," tuturnya.

Terminal Pulogebang saat ini baru melayani jurusan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Sedangkan bus jurusan Jawa Barat ada di Terminal Kampung Rambutan, dan jurusan Sumatera akan dikonsentrasikan di Terminal Kalideres.

"Jadi yang terminal kota itu semua di pinggirnya, konsepnya kan ke sana. Jadi saya kira mulailah dengan Pulogebang yang sudah bagus, ruangannya ber-AC, ada televisi, makanan lengkap di sana. Supaya dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena di sana tidak lagi seperti terminal, seperti mal Pulogebang itu. Ini kan terminal terbaik di Indonesia," beber Sumarsono.‎ (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved