Taksiran Appraisal Lama, Pembangunan Pusat PKL Jalan Cengkeh Tersendat

Taksiran appraisal independen terkait anggaran pembangunan Pusat PKL di Jalan Cengkeh, Tamansari, Jakarta Barat, belum selesai.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Pengerjaan proyek pembangunan pusat PKL di Jalan Cengkeh yang mangkrak. 

WARTA KOTA, TAMANSARI - Taksiran appraisal independen terkait anggaran pembangunan Pusat pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cengkeh, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, belum juga selesai. Akibatnya pembangunan pun tersendat.

Pembangunan pusat PKL Jalan Cengkeh dikerjakan oleh PT Ciria Jasa Mandiri yang ditunjuk PT Sampoerna Land.

Dana yang dipakai adalah dana kewajiban Sampoerna Land. PT Ciria Jasa Mandiri meminta anggaran sebesar Rp 14 milliar.

Sebelumnya pusat PKL Jalan Cengkeh direncanakan dikerjakan menggunakan dana kewajiban Agung Podomoro Land terkait Pulau G.

Tapi setelah pembangunan Pulau G dikenai moratorium, pengerjaan pun dipindah menggunakan dana kewajiban PT Sampoerna Land.

"Lambat banget itu pengerjaannya," kata Koordinator PKL Jalan Cengkeh, Budi Sampurna ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (23/1/2017).

Pengerjaan lokasi itu sudah berlangsung sejak awal Desember 2016. Tapi sampai akhir Januari 2017 ini, tak banyak kemajuan. Baru bagian panggung saja yang rampung.

Budi mengatakan, tak banyak pekerja proyek yang ditempatkan untuk mengerjakan pusat PKL Jalan Cengkeh.

Bahkan kadang bisa tak ada seorang pun yang bekerja dalam sehari di lokasi itu.

"Kadang itu bisa cuma enam orang doang yang kerja. Kapan mau beres kalau begitu caranya," ucap Budi.

Di lokasi, Senin (23/1/2017), pantauan Wartakotalive.com, tak ada satupun pekerja proyek di lokasi pusat PKL Jalan Cengkeh.

Hanya ada beberapa satpam dari Sudin KUMKMP Jakarta Barat yang berjaga. Sedangkan lokasi proyek melompong dengan kondisi tanah yang kelihatan amburadul.

Sejumlah satpam menyebut pihak kontraktor terakhir hendak membangun saluran air. Makanya tanah digali, tetapi kemudian ditinggal.

Kepala Seksi Pembinaan Sudin KUMKMP Jakarta Barat, Djarot Saripudin, mengatakan bahwa kontraktor tak bisa disalahkan terkait lambatnya pengerjaan tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved