Senin, 20 April 2026

Seram, Film Horor Gunung Kawi Diangkat Menjadi Novel

Film horor Gunung Kawi yang akan ditayangkan pada 15 Februari 2017 mendatang isi ceritanya dituangkan dalam novel dengan judul yang sama.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Para pemain film Gunung Kawi. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Film 'Gunung Kawi' yang bergenre horor akan ditayangkan pada 15 Februari 2017 mendatang. Untuk mendukung hal tersebut, sebuah novel dengan judul sama pun dirilis.

Selain itu dengan adanya novel tersebut diharapkan bisa menjawab rasa penasaran terhadap film 'Gunung Kawi'.

"Ini untuk mengungkap rasa penasaran mereka (calon penonton). Biar masyarakat juga bisa tahu bedanya antara film dengan buku (Gunung Kawi)," ujar Produser Film 'Gunung Kawi, Shanker RS, saat ditemui di Gramedia Metropolitan Mall, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/1/2017).

Shanker menambahkan langkah untuk membuat novel dari film 'Gunung Kawi' memang sudah lama direncanakan dan dijadwalkan untuk dirilis pada bulan Desember silam.

Hanya saja hal itu urung terjadi karena film 'Gunung Kawi' harus mengalami penundaan.

"Rencananya memang dari awal (rilis) buku duluan baru film. Sebenarnya mau launching bulan Desember kemarin tapi nggak jadi. Jadinya di sini saja," ungkapnya.

Sementara itu sang penulis, Ruwi Meita menuturkan dirinya memang memiliki latar belakang menulis novel bergenre horor.

Alhasil ketika dia mendapatkan tawaran untuk menulis novel berdasarkan cerita dalam film 'Gunung Kawi', Ruwi pun langsung mengamini.

"Saya dihubungi katanya butuh penulis untuk adaptasi film ini. Kebetulan branding saya kan memang di thriler, horor, akhirnya saya mengiyakan dan menulis novel ini selama 3 minggu," ucapnya.

Ruwi melihat ada keuntungan tersendiri dengan diadaptasinya film 'Gunung Kawi' ke dalam sebuah novel.

Pasalnya mereka yang ingin menonton akting Roro Fitria dan kawan-kawan bisa berimajinasi mengenai jalan ceritanya.

"Kisah Gunung Kawi lebih banyak dalam skenario. Namun ketika dibuat menjadi novel, deskripsi yang ada dibuat menjadi lebih detil dan pembaca akan merasakan sesuatu yang berbeda," ungkapnya.

Tidak lupa Shanker menambahkan ada pesan yang ingin disampaikan pihaknya dengan rilisnya novel Gunung Kawi dan jadwal penayangan film tersebut.

"Ketika orang ingin ambil jalan pintas, itu ada konsekuensinya. Tentunya itu bukan hal yang murah," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved