Breaking News:

Pilkada DKI Jakarta

Harapan Veteran Perang kepada Pemimpin Ibukota

Bersama tokoh asal Minang, pria sepuh itu mendeklarasikan diri mendukung Anies-Sandi memimpin Ibukota.

Warta Kota/Dwi Rizki
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika menyapa warga Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (19/1/2017) siang. Dalam kunjungannya tersebut. Anies mengaku akan merangkul setiap individu yang mau maju bersama, tidak terkecuali para mantan pemadat. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Wajahnya sudah mengerut dan menggunakan tongkat, tetapi Djanan Rasyid, seorang veteran perang masih terlihat bersemangat.

Bersama tokoh asal Minang, pria sepuh itu mendeklarasikan diri mendukung Anies-Sandi memimpin Ibukota.

Di usianya yang kini menginjak 87 tahun, Djanan yang berdiri di antara tokoh Minang, seperti Fadli Zon, Asril Tanjung, Indra Jaya Piliang, dan Laksamana Muda Darmansyah dalam deklarasi dukungan Dunsanak Anies-Sandi itu memang terlihat berbeda. Anies yang melihat pria sepuh itu pun tergerak untuk mendekatinya.

Kepada Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga itu Djanan mengusulkan peningkatan akhlaq iman dan taqwa masyarakat Jakarta.

"Saya berpendapat stabilitas semua aspek kehidupan ekonomi, sosial, politik dan budaya akan terwujud ketika akhlak para warganya San pemimpinnya baik," tegas suami Nur Laili Syamsudin itu.

Banyak penyimpangan, menurutnya, hanya dapat diatasi jika dikembalikan ke agama masing-masing.

"Jika perhatian atas pendidikan akhlak, agama dan moral itu diwujudkan, maka akan ada generasi terbaik 30 tahun yang akan datang," ungkapnya.

Mendengar aspirasi tersebut, Anies spontan menyatakan bahwa Djanan masih tergolong muda.

"Usianya sudah 87, tapi ia menceritakan masa depan berarti ia masih muda. Kalau orang tua, pasti membicarakannya masa lalu," terang Anies.

Mantan menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai bahwa memajukan pendidikan bukan hanya di sekolah dan bukan hanya di orang tua, tapi juga di antara keduanya (lingkungan).

Secara tegas, Anies berkomitmen untuk menjadikan pendidikan berkualitas dan tuntas dengan mengintegrasikan peningkatan mutu di sekolah, rumah dan lingkungan.

"Karena itu yang akan kami lakukan adalah jam 18.00-19.00 adalah waktu mengaji bagi anak-anak di masjid, surau atau di rumah. Lalu jam 19.00 sampai jam 21.00 akan jadi jam belajar. Dan kami akan mengundang seluruh mahasiswa dan profesional untuk mengajar adik sebangsanya," jelasnya. (dwi)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved