BREAKING NEWS: Surat Edaran Sekda DKI Bikin Resah Pekerja Kontrak PHL

Dalam surat edaran itu mengatur bahwa sistem kontrak dengan para pekerja perorangan, hanya sampai Maret 2017.

BREAKING NEWS: Surat Edaran Sekda DKI Bikin Resah Pekerja Kontrak PHL
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa lainnya Perorangan yang diresahkan pekerja kontrak PHL, PPSU, dan PKWT karena hanya sampai Maret 2017.

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa lainnya Perorangan, muncul.

Dalam surat edaran itu mengatur bahwa sistem kontrak dengan para pekerja perorangan, hanya sampai Maret 2017.

Surat edaran itu pun dikhawatirkan oleh para pekerja perorangan, seperti Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Kerja Harian Lepas (PHL), dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa lainnya Perorangan yang diresahkan pekerja kontrak PHL, PPSU, dan PKWT karena hanya sampai Maret 2017.
Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa lainnya Perorangan yang diresahkan pekerja kontrak PHL, PPSU, dan PKWT karena hanya sampai Maret 2017.

Seperti yang dikatakan oleh Johan (27), PHL kebersihan di Kelurahan Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Ia mengaku pada awal Januari 2017 diputus kontrak sebagai PHL kebersihan.

"Saya dan teman-teman yang lain diputus kontrak, justru digantikan oleh orang-orang baru. Saat kami tanyakan ke pihak kelurahan, katanya tunggu saja akhir Maret, karena ada kontrak baru," kata Johan ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (22/1/2017).

Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa lainnya Perorangan yang diresahkan pekerja kontrak PHL, PPSU, dan PKWT karena hanya sampai Maret 2017.
Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI 51/SE/2016 tentang Pedoman Pengadaan Penyedia Jasa lainnya Perorangan yang diresahkan pekerja kontrak PHL, PPSU, dan PKWT karena hanya sampai Maret 2017.

Johan mengaku tidak habis pikir, kontrak yang dijalani sekarang per tiga bulan. Karena sebelumnya, kontrak selalu dilakukan setiap setahun sekali.

"Sekarang kami hidup dalam ketidakpastian. Kami disuruh menunggu tiga bulan. Syukur kalau kami diterima lagi. Tapi tetap saja akan khawatir, jika tiga bulan kemudian kami diputus kontrak lagi," kesal pria lulusan SMA itu.

Ia pun kini hidup dalam ketidakpastian. Pasalnya, ia tidak lagi mempunyai pekerjaan.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved