Ratusan Patung Dewa di Kelenteng Toasebio Dibersihkan dan Dicuci

Semua patung dewa kita turunkan, dicuci seluruhnya, 18 altar disini kita juga bersihkan

Triptrus
Ilustrasi kelenteng sambut Imlek. 

WARTA KOTA, TAMANSARI -- Seminggu jelang Tahun Baru Imlek 2017, Kelenteng Toasibio menggelar acara cuci Kelenteng.

Seluruh bagian luar dan dalam Kelenteng dibersihkan, patung-patung dewa dan ornamen juga tak luput dari proses cuci bersih.

Kelenteng yang dikenal juga sebagai Wihara Dharma Jaya ini merupakan kelenteng tertua di kawasan Glodok, Jakarta Barat, telah ada sebelum tahun 1740.

Pengurus Kelenteng Toasebio, Hartanto Widjaja mengatakan, cuci bersih kelenteng jelang Imlek merupakan tradisi lama yang masih berlangsung, hingga saat ini. ‎

"Sudah dilakukan sejak lama, sudah hampir 400 tahun dilakukan di kelenteng ini," kata Hartanto kepada Warta Kota, Sabtu (21/1/2017).

Dia menjelaskan, tidak ada alasan pasti mengapa cuci kelenteng dilakukan satu Minggu jelang Imlek, namun menurutnya, saat ini, adalah waktu di mana roh para dewa pulang ke Khayangan.

"Makanya, semua patung dewa kita turunkan, dicuci seluruhnya, 18 altar disini kita juga bersihkan," kata dia.

Sekitar 20 orang pengurus Kelenteng Toasebio turun langsung dalam ritual cuci bersih ini.

Laki-laki dan perempuan bahu membahu mencuci sejak pagi.

Tidak ada syarat khusus saat ritual cuci bersih dilakukan.

Namun, ada satu altar yang hanya boleh dicuci oleh perempuan.

"Altar yang ditempati Dewi Kwan Im hanya boleh dicuci oleh perempuan, kalau patung dan altar lain boleh laki-laki yang melakukan," kata dia. Acara cuci bersih di kelenteng yang terletak di Jalan Kemenangan II No 48, Glodok, Jakarta Barat ini juga menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Sejak pagi puluhan pengunjung silih ganti berdatangan.

Agustin (27) misalnya, pengunjung dari Serpong yang sengaja datang ke kelenteng untuk mengabadikan momen yang hanya terjadi satu tahun sekali ini.

"Ini keren sekali, semua patung diturunkan dan dicuci, sebelumnya kan kalau ke kelenteng paling cuma bisa lihat diluar, tapi sekarang bisa eksplor hingga ke tiap sudut bahkan sejarahnya bisa tahu," kata dia. ‎(Acep Nazmudin)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved