Tiga Kali Ditempel Stiker Merah Membuat Tidak Bisa Berdagang Lagi di Lenggang Jakarta

Dinas KUMKMP DKI melakukan penertiban pusat kuliner di Pasar Lenggang Jakarta.

Penulis: Mohamad Yusuf | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Ditempel stiker merah tiga kali akan kehilangan tempat berjualan di Pasar Lenggang Jakarta. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUMKMP) DKI melakukan penertiban pusat kuliner Lenggang Jakarta, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).

Penertiban tersebut dilakukan kepada kios-kios yang tidak merawat kebersihan dan kerapian.

Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Irwandi, mengatakan.

Terdapat tujuh kios yang tidak merawat kebersihan dan kerapian tersebut.

"Kami gunakan sistem penempelan stiker di masing-masing kios. Yaitu bagi kios yang patuh kami beri stiker hijau. Sedangkan kios yang melanggar diberi stiker merah," kata Irwandi, Kamis (19/1/2017).

Stiker itu bertuliskan 'Sticker Standar Mutu Pedagang Kawasan Lenggang Jakarta'. 'Dalam Perhatian Khusus! Tingkatkan Kebersihan.'

"Kali ini, sebanyak tujuh kios mendapatkan stiker merah dari total 291 kios," katanya.

Stiker itu diberikan setelah pihaknya melakukan melakukan peninjauan pada 10 Januari 2017 lalu. Namun, jumlah tersebut, berkurang dari sebelumnya, pada 7 November 2016. Yaitu 34 stiker merah.

"Pemberian stiker warna merah ini ada empat kriteria penilaian. Yaitu kebersihan sampah, serangga, bau, dan kerapihan," katanya.

Yang melakukan dari pihak Dinas KUMKMP dan pengelola Lenggang Jakarta.

"Penilaian ini kami lakukan secara berkala. Jika tiga kali mendapatkan stiker merah, maka akan diberikan sanksi tidak boleh berjualan lagi. Tapi, intinya kami bukan untuk menyisihkan mereka, tapi untuk memberikan edukasi," katanya.

Sementara itu, Risma (28) pedagang bubur ayam Warung Bawon, mengaku kaget diberi stiker merah.

Pasalnya ia kerap menjaga kebersihan dan kerapihan kiosnya tersebut.

"Mungkin saat diperiksa pas saya sakit. Saat itu yang jaga warung mertua saya. Jadi mungkin agak kotor dan kurang rapih," katanya.

Meski demikian, ia mengaku menerima penempelan stiker tersebut. Ia pun mendukung sistem penempelan stiker di kios-kios.

"Sistemnya sih bagus seperti ini. Jadi kami tetap terpacu buat jaga kebersihan dan kerapihan. Jadi kami benar-benar diawasi," katanya.

Sementara itu, Oni (54), pedagang sop ikan Batam Zulmi, mengaku senang adanya sistem penempelan stiker. Karena jika tidak diawasi, dirinya dan pedagang lain terkadang lengah dengan kebersihan.

"Kalau diawasi kami kan jadi semangat. Dan kalau kiosnya bersih, pembeli juga pasti senang," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved