Rumah Mantan Dirut Garuda Indonesia yang Terima Suap Rp 46 M dari Rolls Royce Digeledah KPK

Emirsyah terbilang sebagai warga yang kurang bersosialisasi dengan warga lain sewaktu menjabat Dirut Garuda Indonesia.

Editor:
Tribunnews.com
Rumah Emirsyah Satar di Grogol Utara, Kebayoran Lama 

WARTA KOTA, JAKARTA - Rumah dua lantai di Jalan Mutiara 29A, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menjadi sasaran penggeledahan tim KPK pada Rabu (18/1/2017) petang.

Rumah tersebut adalah milik mantan Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Emirsyah Satar, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Rp 46 miliar dari perusahaan penyedia mesin jet Rolls Royce.

Pantauan Tribunnews.com, Kamis (19/1/2019) petang, rumah Emirsyah Satar tersebut terdiri dari dua lantai dengan cat dinding warna kuning gading.

Rumah itu berdiri di atas lahan sekitar 15x20 meter persegi.

Fisik bangunan rumah menempati 3/4 lahan.

Beberapa pohon hijau memenuhi taman depan rumah.

Seorang penjaga rumah berseragam safari hitam dan sopir berada di pos jaga depan rumah.

Menurut warga sekitar, gaya bangunan rumah Emirsyah terbilang masih menggunakan gaya design lama.

"Kemarin sore memang banyak orang pakai kemeja putih dan ada yang pakai masker datang ke rumah Pak Emir. Yang di depan rumahnya juga dijaga polisi bawa senjata," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya di lokasi.

Perempuan paruh baya itu, sebut saja Mira itu tak mengira jika pria-pria tersebut ternyata petugas Komisi Pemberantasan Korupsi yang tengah melakukan penggeladahan.

Ia mengaku baru tahu Emirsyah Satar terlibat dugaan kasus korupsi dan penggeledahan tersebut dari pemberitaan media.

Sebelumnya, pihak KPK mengumumkan Emirsyah Satar sebagai tersangka penerima suap terkait pengadaan mesin jet Rolls Royce untuk 50 pesawat Airbus A330, sewaktu menjabat Dirut PT Garuda Indonesia pada 2005-2014.

Tak tanggung-tanggung uang suap yang diterima Emisyah dari pihak perusahaan Rolls Royce selama sembilan tahun menjadi petinggi perusahan maskapai Garuda.

Total uang suap yang diterima oleb Emirsyah Satar selama 9 tahun menjadi bos Garuda Indonesia mencapai Rp 46,75 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved