Pesanan iPhone Dibatalkan dan Uang Tak Dikembalikan, Warga Tangsel Gugat Tokopedia

Ghulam Faathir Rahman (37), warga Jalan Meditran X Blok M 30, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menggugat toko online Tokopedia.

Pesanan iPhone Dibatalkan dan Uang Tak Dikembalikan, Warga Tangsel Gugat Tokopedia
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Ghulam Faathir Rahman, warga Tangerang Selatan yang menggugat Tokopedia. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Ghulam Faathir Rahman (37), warga Jalan Meditran X Blok M 30, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menggugat toko online Tokopedia, Jumat (20/1/2017).

Gugatan tersebut dilayangkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Tangerang Selatan.

Peristiwa berawal saat Ghulam  membeli iPhone 5s 64 GB seharga Rp 1,8 juta di Tokopedia, pada 18 November 2016, dengan nomor voice pemesanan 2016118/XVI/ XI/58295117. Namun, pemesana dibatalkan sepihak oleh Tokopedia, dan uang Ghulam tidak dikembalikan ke nomor invoice dirinya, melainkan ke orang lain.

Sebelumnya, Ghulam sudah melakukan tahapan konfirmasi langsung melalui customer care, hingga datang langsung ke Kantor Tokopedia di Wisma 77, Jakarta Barat. Ia mempertanyakan pengembalian uang yang belum diterimanya. Namun, pihak Tokopedia mengaku sudah mengembalikan uang Ghulam.

"Saya beli iPhone, tapi barang yang saya pesan tidak datang, lalu saya telepon nomor yang ada. Penjualnya ngaku belum menerima transferan dari Tokopedia. Sehingga, penjual tersebut meminta bukti transfer dan fotokopi KTP, lalu saya kirim ke penjual tersebut. Namun saya curiga, kok mau kirim barang saja harus melengkapi fotokopi KTP. Saya lalu menghubungi call center," ungkap Ghulam.

Saat menghubungi call center melalui pesan email chat, lanjut Ghulam, pihak Tokopedia meminta bukti transfer. Ia kemudian melampirkan bukti transfer ke Tokopedia, dengan pembayaran melalui Bank CIMB Niaga.

Menurut Ghulam, Tokopedia berjanji akan memproses pengembalian. Namun, sehari kemudian, pihak Tokopedia malah mengubah status pembelian barang menjadi pembatalan pembelian.

"Saya kaget, kok dibatalkan? Lalu saya meminta uang yang sudah saya transfer. Namun jawaban dari Tokopedia melalui email, invoice saya sudah dibayarkan ke payment orang lain," jelasnya.

Mencium ketidakberesan, Ghulam melapor ke kepolisian. Tapi, jajaran kepolisian menyarankan Ghulam melapor ke BPSK.

"Kata Tokopedia-nya pembayaran dilakukan by system, sehingga tidak bisa menjelaskan ke siapa untuk pengembalian barang, kecuali saya melaporkan ke pihak kepolisian, dan tokopedia akan mengeluarkan bukti pembayaran yang sudah ditransfer pihak mereka," beber Ghulam.

Dalam laporannya, Ghulam merasa dirugikan karena barang yang dia pesan tidak ada. Uang pun tidak dikembalikan ke dirinya, melainkan ke orang lain.

Ketua Sidang BPSK Kota Tangerang Selatan Cahyana menuturkan, pihaknya sudah memberikan surat ke Tokopedia terkait laporan Ghulam. Namun, pihak Tokopedia tidak datang, dan BPSK akan melanjutkan sidang tersebut pada Kamis pekan depan.

"Kami akan lanjutkan kasus ini dipersidangan Kamis depan," ucap Cahyana. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved