Lift di Gedung BRI II Overshoot Sejauh 50 Sentimeter, Satu Orang Terluka di Kepala

Lift di Gedung BRI II, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, jatuh dari lantai tiga, Jumat (20/1/2017).

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Lift di Gedung BRI II, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang mengalami overshoot, Jumat (20/1/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, SEMANGGI - Lift di Gedung BRI II, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, jatuh dari lantai tiga, Jumat (20/1/2017).

Tak ada korban jiwa akibat insiden ini. Namun, satu orang mengalami luka di bagian kepala, karena tertimpa atap lift yang jatuh.

Hal tersebut diungkapkan oleh Muhamad Kamaludin Zen dari PDAM Sukabumi, salah satu korban yang berada di dalam lift tersebut.

Menurutnya, peristiwa terjadi jelang Salat Jumat. Ia yang saat itu tengah selesai rapat, hendak turun untuk menunaikan Salat Jumat. Dari lantai 12, Kamaludin memasuki sebuah lift bersama orang lainnya.

Saat itu, jumlah orang di dalam lift diperkirakan ada 13 orang, tiga di antaranya adalah wanita. Menurutnya, lift tidak kelebihan muatan, karena ada rekannya yang ingin masuk saat itu, tidak dapat masuk karena lift sudah berbunyi.

"Saat itu kami berada dilantai 12. Nah, dari lantai 12 itu memang tidak berasa, namun ketika sampai lantai 3 itu berhenti, dan saat itu tidak ada yang menekan tombol lift ke lantai 3. Namun, lift turun kembali berhenti di ground. Semua orang pada panik, soalnya atap lift jatuh mengenai salah satu orang," ungkap Kamaludin kepada Warta Kota.

Kamaludin juga mengatakan bahwa posisi dari ground ke basement kurang lebih berjarak dua meter lagi.

"Itu dua meter lagi sampai basement, tapi lift sudah nyangkut dulu di lantai ground," jelasnya.

Akibatnya, kata Kamaludin, beberapa orang mengalami luka lecet dan luka di kepala karena tertimpa atap lift. Sejumlah orang lainnya mengalami shock.

"Tidak ada korban sih, cuma paling lecet, sama satu lagi ada yang di kepala, dan shock pastinya. Saya saja sampai sekarang masih shock," imbuh Kamaludin.

Arif (25), salah satu karyawan yang bekerja di gedung itu mengatakan, saat itu lift normal seperti biasa. Posisi lift memang dalam keadaan naik menuju lantai 12.

Ketika pintu lift menutup dan turun, pun tak ada kejadian apa-apa. Hingga kemudian di lantai tiga, papar Arif, lift terasa menurun cepat.

"Kalau yang merasakan di dalam itu seperti naik histeria di Dufan. Lalu atap lift roboh melukai orang hingga berdarah di area kepalanya. Saat itu juga langsung dilakukan evakuasi oleh petugas," tuturnya.

Arif juga tidak mengetahui pasti berapa jumlah orang yang ada di dalam lift tersebut saat kejadian. Tapi, ia memastikan satu orang luka di bagian kepala.

Coorpotate Comunication BRI Hari Siaga menjelaskan, lift tidak jatuh, melainkan mengalami overshoot saat turun, sejauh 50 sentimeter. Menurutnya, hal itu bukanlah kecelakan, dan tidak mengganggu aktivitas perkantoran di sana.

"Saya kira prosedur perizinan sudah terpenuhi," katanya saat dihubungi Warta Kota.

Pihak pengelola gedung sedang melakukan pengecekan. Hingga  berita ini ditulis, belum diketahui apa penyebab anjloknya lift. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved