Breaking News:

Kopi Beracun

Ini yang Dinanti Jessica: Menunggu Sidang Banding

Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, menjelaskan saat ini pihaknya sedang menunggu sidang banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Jessica Kumala Wongso usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2016). Hakim memberikan vonis 20 tahun penjara karena Jessica dianggap bersalah dan memenuhi unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan, menjelaskan saat ini pihaknya sedang menunggu sidang banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Otto mengatakan proses banding biasanya memakan waktu yang tidak sebentar karena Majelis Hakim di Pengadilan Tinggi perlu mempelajari berkas banding yang diajukan penasihat hukum terpidana.

"Bandingnya sudah kita ajukan ke Pengadilan Tinggi sejak Desember 2016. Kami menunggu bagaimana prosesnya," kata Otto Hasibuan saat dikonfirmasi ANTARA News, Jumat.

Otto juga mengatakan lamanya persiapan banding disebabkan proses persidangan Jessica yang berlangsung panjang pada tahun lalu, sebanyak 32 kali persidangan hingga vonis 20 tahun yang dijatuhkan pada 27 Oktober 2016.

"Karena kasusnya kompleks, rumit, dan berkasnya tebal sehingga Hakim Tinggi perlu mempelajari ini. Tentu tidak akan tergesa-gesa," katanya.

Di sisi lain, Otto mengatakan Jessica selalu berdoa dan melakukan banyak kegiatan untuk mengisi waktu di dalam sel tahanan Rumah Tahanan Pondok Bambu.

"Secara fisik baik-baik saja, mental semuanya oke. Dia di sana mengajari teman-temannya Bahasa Inggris dan senam," kata Otto.

Ia menambahkan, "Tentu dia terus berdoa agar tetap bebas dari perkara ini."

Selain itu, Otto mengakui bahwa Jessica sedang menulis kisah kehidupannya karena ada dua produser film yang ingin menggarap cerita Jessica menjadi film.

Kendati demikian, Otto berharap rencana tersebut dilakukan setelah proses peradilan agar tidak mengganggu proses banding(Antara)

Editor: Andy Pribadi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved