Breaking News:

Sidang Ahok

Polisi Jelaskan Alasan Tulis Tanggal Laporan 6 September 2016

Hakim menanyakan kekeliruan waktu kejadian tersebut. Ahmad mengatakan bahwa dirinya menulis tanggal kejadian sesuai dengan kejadian pelapor.

Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Suprapto repro KompasTV
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) Dwiyarso Budi Santiarto memimpin sidang Ahok, Selasa (13/12/2016) 

WARTAKOTA, RAGUNAN-- Laporan Polisi milik Wilyudin Abdul Rasyid Dhani dipertanyakan.

Laporan dibuat sebelum pidato terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu 27 September 2016.

Pada Laporan Polisi, tercantum tanggal 6 September 2016. Artinya, laporan dibuat sebelum Ahok melangsungkan kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu 27 September 2016.

Polisi pembuat laporan, yakni Briptu Ahmad Hamdani dihadirkan saat persidangan keenam yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (17/1).

Menurut keterangan Briptu Ahmad Hamdani, Wiliyudin datang pada 7 Oktober 2016, bersama empat orang rekanannya.

"Pelapor datang 4 orang, 1 orang yang melapor tanggal 7 Oktober 2016 pukul 16.30 WIB," ujar Ahmad saat bersaksi, Selasa (17/1/2017).

Hakim menanyakan kekeliruan waktu kejadian tersebut. Ahmad mengatakan bahwa dirinya menulis tanggal kejadian sesuai dengan kejadian pelapor menonton video yang beredar di WhatsApp.

"Saya menuliskan tanggal saat pelapor membuka video di rumahnya sendiri di Tegallega, Bogor bukan waktu kejadian penodaan agamanya," ujar Ahmad.

Hakim mengatakan harusnya Polisi menuliskan tempat kejadian terlapor menoda agama, bukan saat saksi pelapor melihat video WhatsApp. Namun Ahmad menampik hal tersebut dengan membalikkannya kepada pelapor.

"Sebelum saya tandatangan saya minta pelapor untuk baca kembali. Dan enggak ada penolakan dari pelapor," ujar Ahmad.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved