Pelaku Akui Tusuk Korban Pakai Gunting Gara-gara Dipalak Rp 3.000 dan Dipukul

Saat adu jotos antara dirinya dan TM berlangsung MA, secara tidak sengaja melihat gunting besi milik TM terjatuh dari kantung celana TM.

Pelaku Akui Tusuk Korban Pakai Gunting Gara-gara Dipalak Rp 3.000 dan Dipukul
The Coverage
Ilustrasi. Pelaku tusuk korban gara-gara dipalak dan dipukuli. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- MA (16) pelaku yang menganiaya dan menusuk leher TM (16) hingga tewas dengan menggunakan gunting, di sebuah gang sempit di Jalan Kalibaru Barat IV, RT 15 RW 07 Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara pada Senin (16/1/2017) sore akhirnya telah akui perbuatannya di depan awak media di Lantai III Ruang Rupatama Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (17/1/2017).

MA mengatakan, dia kesal terhadap MA lantaran telah dipalak dan dipukul bagian dadanya.

"Jadi begini, saya awalnya itu dipanggil sama dia (TM). Saya bilang ada apa, eh dia saat itu langsung meminta uang saya. Saya ketika itu, mau ngasih dia uang Rp 3.000 buat jajan rokok dia. Eh saya malah dipukul. Saya sikut dia, eh dia mukul saya lagi. Memang, mintanya sih enggak maksa atau nodong, tapi saya cuma bingung, kenapa dada saya dipukul padahal ya saya baru mau ambilin uang Rp 3.000 buat dia jajan juga. Saya bela diri," kata dia.

Diceritakan MA kembali, saat adu jotos antara dirinya dan TM berlangsung, MA secara tidak sengaja melihat gunting besi milik TM terjatuh dari kantung celana TM.

Gunting tersebut, diakui MA, langsung mengambil dan menusuk leher TM sebanyak satu kali.

"Dianya (TM) pas saya sikut langsung jatuh dan saya enggak sengaja melihat guntingnya tuh jatuh ke bawah. Gunting tadinya ada tepat di kantung celananya. Itu gunting saya ambil, pas saya ambil dianya mau mukul wajah saya, ya saya menghinda dan... Ya saya tusuk bang. Itu saya reflek. Benar-benar enggak sengaja saya. Dari situ, warga melihat pada berteriak meminta tolong. Saya lihat lagi, ternyata si dia sudah mati," katanya kembali.

Diakui MA, ia melarikan diri saat warga nyaris berdatangan melihat TM bersimbah darah, di sebuah gang sempit yang lebarnya hanya 1,5 meter. Ia mengatakan melarikan diri, lalu juga membuang gunting tersebut ke sebuah gubuk reot.

"Seingetnya saya, gunting itu saya buang arah belakang dan jatuhnya ke sebuah gubuk reot lah. Saya enggak merhatiin lagi. Sayanya lari terus saja. Saya cuman takut mati dipukulin sama warga," ungkapnya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved