Tanah Abang Kelebihan Kapasitas Aktifitas Masyarakat

Penertiban dan relokasi menurut Mangara bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalagan PKL yang kerap kembali berdagang di pinggir trotoar

Tanah Abang Kelebihan Kapasitas Aktifitas Masyarakat
Rangga Baskoro
Suasana penertiban pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang oleh Satpol PP. 

Laporan Wartawan Wartakota.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, mengatakan kawasan sentra bisnis tanah abang kelebihan kapasitas (overload) aktifitas masyarakat.

Hal tersebut dinyatakannya guna menanggapi permasalahan penertiban pedagang kaki lima di trotoar sekitar Tanah Abang yang tak kunjung menemui titik terang.

"Daya dukung ketersediaan lahan di Tanah Abang memang terbatas, sementara kita ketahui penumpang se-Jabodetabek yang turun di Tanah Abang mendekati 1 juta per harinya," ucap Mangara baru-baru ini di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Penertiban dan relokasi menurut Mangara bukanlah solusi yang tepat untuk mengatasi permasalagan PKL yang kerap kembali berdagang di pinggir trotoar di sepanjang Jalan Jatibaru Raya.

Ia menambahkan, dimana ada banyak keramaian, disana akan selalu dipenuhi oleh PKL yang hendak mencari nafkah.

"Saya relokasi bukan jalan keluar. Pedagang kan selalu mencari daerah yang banyak kerumunan masyarakat. Kalau tempat yang dijadikan relokasi sepi, ya sudah pasti balik ke jalanan lagi," tuturnya. 

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved