Pilkada DKI Jakarta

Sandiaga Sumbang 96 Persen Dana Kampanye

Sebanyak 96 persen modal kampanye Anies-Sandi yang tercatat mencapai Rp 46,7 miliar itu diketahui berasal dari kantong pribadinya.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Dwi Rizki
Sandiaga menjelaskan dana kampanye Anies-Sandi. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Tercatat sebagai kandidat yang memiliki kekayaan terbesar dibandingkan pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta lainnya, Sandiaga Salahudin Uno memang tidak menemui kendala untuk menjalankan mesin politiknya dalam Pilkada DKI Jakarta.

Bahkan, sebanyak 96 persen modal kampanye Anies-Sandi yang tercatat mencapai Rp 46,7 miliar itu diketahui berasal dari kantong pribadinya.

Besarnya nilai hibah yang dikeluarkan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga itu disampaikan Bendahara Tim Pemenangan Anies-Sandi, Satrio Dimas Adityo ketika menggelar jumpa pers di Posko Pemenangan Anies-Sandi Melawai, Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (12/1) petang.

Dalam paparannya, jumlah penerimaan dana kampanye sejak 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2016 mencapai Rp 46,7 miliar atau bertambah sebesar Rp 27,6 miliar dibandingkan laporan terakhir bulan Oktober 2016, yakni Rp 19,01 miliar.

Penerimaan tersebut diantaranya berasal dari Partai Gerindra sebesar Rp 750 juta, PKS sebesar Rp 350 juta, Anies Rasyid Baswedan sebesar Rp 400 juta, badan hukum sebesar Rp 358 juta. Sementara hibah terbesar diketahui berasal dari Sandi yang mencapai Rp 44,851 miliar atau 96 persen dari total penerimaan dana kampanye.

"Saya memang selalu berkomitmen untuk mengerjakan apa yang saya mampu dan mengakui apa yang tidak bisa saya dipenuhi. Kebetulan saya mampu, jadi saya ikhlas (hibahkan dana kampanye) untuk kemajuan Jakarta," ungkapnya.

Hanya saja, transparasi ditekankannya harus dilakukan dalam setiap pelaporan, baik penerimaan ataupun pengeluaran dana kampanye.

Dirinya pun mengaku akan mendukung setiap keputusan partai, walaupun harus mengeluarkan dana pribadinya kembali.

"Yang penting itu adalah transparansi, saya capek dengan trik-trik lama, bagi saya adalah transparansi total. Kalau cuma ada satu yang nyumbang-ya sebut saja satu, jangan ditambah-tambah," jelasnya.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai ketimpangan jumlah dana yang disetorkannya dibandingkan pasangannya, Anies Rasyid Baswedan ataupun Partai, dirinya menjawab santai. Nilai dana kampanye yang disetorkan diungkapkannya masih jauh dibandingkan dengan nilai yang diberikan Anies, menurutnya tidak lebih dari satu persen.

"Alhamdulillah, saya ikhlas, karena memang mas Anies sudah menyumbangkan lebih dari 10 persen dari miliknya, kalau saya ini masih jauh, justru belum ada satu persennya. Jadi masih jauh. Tapi, Insya Allah selama bulan Januari ini akan ada penambahan dari rekan-rekan saya yang juga merupakan pengusaha-pengusaha besar di Indonesia, nanti akan kita sampaikan lagi laporannya," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved