Senin, 11 Mei 2026

Traffic Update

Kramat Jati Jadi Langganan Macet

Jalan Raya Bogor di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur kini menjadi kawasan macet, terutama di sekitar Pasar Kramat Jati.

Tayang:
Penulis: Feryanto Hadi |

WARTA KOTA, KRAMAT JATI -- Jalan Raya Bogor di wilayah Kramat Jati, Jakarta Timur kini menjadi kawasan macet, terutama di sekitar Pasar Kramat Jati.

Setiap hari, khususnya pada sore hingga malam, kendaraan menuju arah Pasar Rebo atau Bogor menyemut bahkan hingga simpang Cililitan.

Masyarakat pun mengeluh. Seperti Setiyono (32), pengemudi ojek berbasis daring yang menganggap kemacetan di sana sebenarnya tidak perlu terjadi jika pengaturan lalin dilakukan dengan tepat.

"Mungkin iya karena ada pasar, sehingga banyak aktifitas masyarakat keluar-masuk pasar itu. Tapi yang bikin tambah parah karena banyak kendaraan memutar. Angkot juga kadang suka ngetem di depan pasar meski sebentar," katanya ditemui di kawasan Kramat Jati, Jumat (13/1/2017).

Pengendara lain bernama Hendro (37) mengangap persimpangan menuju ke RS Polri menjadi biang kemacetan.

Pak ogah, polisi lalu lintas dan petugas dari dinas perhubungan melakukan pengaturan di sana karena tidak adanya lampu lalu lintas.

"Akses ke RS Polri itu ramai. Kadang lalin stuck di sana karena kendaraan tidak ada yang mau mengalah. Harusnya di sana dikasih traffic light biar lebih teratur," jelasnya.

Arus lalu lintas makin kacau jelang malam hari ketika para pedagang ikan menggelar dagangannya dekat dengan jalan raya.

Aktifitas jual-beli ikan itu menghambat laju kendaraan.

Kasatlantas Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sutimin mengurai beberapa masalah penyebab kemacetan di Kramat Jati.

Pertama soal banyaknya U-turn terutama di depan pasar Kramat Jati dan Mall Lippo plaza Kramat Jati.

U-turn tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah pak ogah yang terkadang mementingkan kendaraan yang hendak menyebrang atau putar balik.

"Harusnya mall tersebut di depannya tidak ada U-turn. Mengingat tidak proposional atau terlalu dekat pintu keluarnya sehingga memotong dan menghambat akses yang lurus. Kendaraan yang keluar masuk mall dan pasar itu jadi penyumbang terbesar kemacetan," jelasnya.

"Selain itu di sana banyak pertokoan dan perkantoran di mana kendaraan parkir keluar-masuk dan menghambat lalu lintas."

AKBP Sutimin menambahkan, kemacetan diperparah dengan banyaknya pengguna sepeda motor yang tidak patuh lalu lintas dengan sering melawan arus.

Ditambah lagi tidak sedikit gerobak pedagang yang keluar masuk pasar dan berjalan melawan arus.

"Yang perlu diperhatikan juga adanya penyempitan jalan sebelum simpang RS Polri juga jadi masalah besar biang kemacetan," imbuh AKBP Sutimin.

Adapun pihaknya mengharapkan adanya sinergi antarpimpinan untuk setidaknya meredakan kemacetan di Kramat Jati.

"Kalau dari kami upaya pengaturan lalin dan penjagaan di sejumlah titik di kawasan itu rutin dilakukan pada pagi dan sore. Kami juga harapkan dari dishub menyiagakan personil. Termasuk dengan melakukan penindakan terhadap pelanggar parkir liar," ujarnya.

"Sedangkan untuk jangka panjangnya di sana harusnya dibuat fły over," imbuhnya.

Tutup tiga putaran

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Muhammad Soleh mengatakan, permasalahan kemacetan di Kramat Jati memamg sedang menjadi perhatian pihaknya.

Beberapa hari lalu bahkan sudah dilakukan rapat khusus membahas penanganan macet di kawasan tersebut.

"Solusinya kita akan tutup tiga U-turn atau putaran balik yang ada di sana. Karena itu jadi salah satu biang macet," jelasnya kepada Warta Kota.

Penutupan U-turn kata Soleh akan dilakukan secara kondisional pada jam-jam tertentu atau pada saat terjadi kepadatan lalu lintas. "Jadi sifatnya hanya kondisional. Petugas di lapangan akan memantau situasi lalu lintas. Kalau mulai padat, U-turn akan ditutup," kasudin menambahkan.

Terkait usulan dibuatnya traffic light di simpang menuju RS Polri, Soleh bilang pihaknya harus membicarakannya terlebih dulu ke jajaran Dinas Perhubungan di Jatibaru.

"Soal itu harus kami koordinasikan dulu ke dinas. Saat ini upaya kami dengan melakukan buka tutup U-turn dan penempatan personil di lapangan." (fha)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved